Sabtu, 30 Juni 2012

PESAN YANG TERSIRAT DARI MAZMUR 135...


☻♠★☆◇♣♥⇧♫♪●♦☻♠★☆◇♣♥⇧♫♪●♦☻♠★☆◇♣♥⇧♫♪●♦

Alhamdulillah (الحمد لله) merupakan frasa bahasa Arab bermaksud "Segala puji bagi Tuhan," yang sama erti dengan Halelu Yahdalam istilah bahasa Ibrani. Dalam pertuturan seharian, perkataan ini bermakna "Terima kasih Tuhan!" Perkataan ini digunakan oleh umat Islam dan juga umat Yahudi dan Kristian berbahasa Arab, tetapi terutamanya oleh umat Islam kerana pusatnya frasa utama ini dalam teks-teks al-Quran dan pertuturan Muhammad.

Akaran trikonsonan H-m-d (ح م د), bermakna "puji," dan juga dijumpai dalam nama-nama Muhammad, Mahmud, dan Ahmad.

Sumber:http://ms.wikipedia.org/wiki/Alhamdulillah

So berdasarkan sumber di atas sudah dapat dipastikan dan tidak dapat dibantah lagi bahwa padanan kata Halelu adalah H-M-D (Ahmad,Mahmud,Muhammad)

SELANJUTNYA MARI KITA KAJI AYAT MAZMUR 135,PESAN APAKAH YANG TERSIRAT DI DALAMNYA????

*Psalm/Mazmur 135:1
הַ֥לְלוּ יָ֨הּ הַֽ֭לְלוּ אֶת־ שֵׁ֣ם יְהוָ֑ה הַֽ֝לְלוּ עַבְדֵ֥י יְהוָֽה׃



1 hal·lū yāh hal·lū ’eṯ- šêm Yah·weh; hal·lū ‘aḇ·ḏê Yah·weh

Translit interlinear ke bhs.indonesia, hal·lū{Terpujilah} yāh{TUHAN} hal·lū{Terpujilah} ’eṯ- šêm{nama} Yah·weh{TUHAN}; hal·lū{Terpujilah} ‘aḇ·ḏê{hamba} Yah·weh{TUHAN}

Terpujilah TUHAN! Terpujilah nama TUHAN , Terpujilah, hamba TUHAN

=> Terpujilah, hamba TUHAN (indo)

Translit interlinear ke bhs.arab, hal·lū{} yāh{Illah} hal·lū{Hmd} ’eṯ- šêm{ismu} Yah·weh{Illah}; hal·lū{Hmd} ‘aḇ·ḏê{hamba} Yah·weh{Illah}

Alhmd illah, hmd ismi illah, hmd abdi illah

=> hmd abdi illah (arab)

perhatikan ayat diatas apakah ayat diatas hanya sekedar berisi Puji-pujian atau menubuatkan seorang Hamba TUHAN yang benama halelu abdi yahweh { Hmd abdi illah }??

Di dalam kitab Perjanjian Lama Hamba TUHAN artinya seorang Nabi,lihat Nubuat Yesaya 42:1,,, Musa juga disebut sbegai Hamba TUHAN,Ul33:1,2Taw 24:6,Mzm 90:1, Bil 12:13,Neh 10:29,Dan 9:11. dan masih banyak lagi ayat yang menunjukan bahwa Hamba Allah artinya seorang Nabi.

DENGAN DEMIKIAN SUDAH DAPAT DIPASTIKAN BAHWA MAZMUR 135:1 MENUBUATKAN SEORANG HAMBA TUHAN{NABI} YANG BERNAMA MUHAMMAD BIN ABDILLAH {HALELU ABDI YAHWEH}



 

Allah SWT berfirman:

SURAT AL-BAQARAH (2) Ayat 146

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءهُمْ وَإِنَّ فَرِيقاً مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Kitab Suci (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.

TAK DAPAT DIRAGUKAN LAGI NABI-NABI YAHUDI YANG DIBERIKAN KITAB SUCI MENGENAL NABI MUHAMMAD SAW SEPERTI MENGENAL ANAK-ANAKNYA SENDIRI..

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=282181048542822&set=a.236543406439920.52942.100002527888146&type=1&theater#!/photo.php?fbid=313706638723596&set=a.236543406439920.52942.100002527888146&type=1&theater

Minggu, 17 Juni 2012

MENJAWAB FITNAH: Al-Quran Membolehkan Menyetubuhi Budak?

SUBHAT: Joe Jathul (GROUP BUBARKAN FPI)

QS 23. Al Mu'minuun: 5-6


5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.kata kunci nya adalah BUDAK
pertanyaanya...
apakah budak itu termasuk dalam katagori istri?kalao bukan dalam katagori istri,,,,
knapa Tuhan memperbolehkan islam menggauli yg bukan muhrimnya...!!!!
ada islam bisa menjelaskan...?


JAWAB
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang sekilas agak rancu manakala kita melihat dua masalah itu. Agak terasa ambigu, soalnya di satu sisi Islam menentang perbudakan, tapi di sisi lain, kok malah dihalalkan 'menikmati' budak?
Tapi kalau kita dekati masalahnya, mungkin bisa akan semakin jelas. Ada beberapa hal yang perlu kita jadikan bahan pemikiran dalam masalah ini.

  • Pertama, bahwa perbudakan bukan produk agama Islam. Sebaliknya, ketika Islam diturunkan pertama kali, perbudakan sudah menjadi pola hidup seluruh umat manusia. Bukan hanya di tanah Arab saja, tetapi nyaris di semua peradaban manusia, pasti ada perbudakan.

  • Kedua, perbudakan bukan semata-mata penindasan manusia atas manusia, tapi di sisi lain, perbudakan adalah bagian utuh dari dari sendi dasar perekonomian suatu bangsa. Sehingga menghilangkan perbudakan berarti meruntuhkan sendi-sendi dasar perekonomian.

  • Ketiga, perbudakan juga sudah diakui oleh hukum yang positif dan dibenarkan oleh undang-undang semua peradaban manusia. Memiliki budak, menjual, menukar dan mempertaruhkannya, adalah tindakan yang sesuai dengan hukum yang berlaku secara universal.
Maka budak yang melarikan diri dari tuannya, tidak bisa begitu saja dibebaskan oleh orang lain. Secara hukum, mengambil budak yang lari dari tuannya adalah tindakan melawan hukum. Membebaskan budak dengan tebusan adalah satu-satunya jalan yang dibenarkan saat itu.

  • Keempat, adanya hukum positif semua bangsa tentang budak termasuk juga keabsahan untuk menyetubuhi budak perempuan. Ini merupakan bagian dari aturan yang diakui oleh semua bangsa yang hidup di masa itu. Bukan hal yang aneh atau melanggar hukum.

Islam Diturunkan untuk Menghilangkan Perbudakan

" Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu ? ( yaitu ) MELEPASKAN BUDAK DARI PERBUDAKAN ". ( QS.Al Balad : 11-13 )

Nah, di tengah kondisi nyata seperti inilah Islam diturunkan di negeri Arab pertama kali. Karena tujuan akhir memang menghilangkan sistem perbudakan di muka bumi, maka Islam secara khas memang memiliki ciri, yaitu melakukan perubahansecara berangsur-angsur tapi pasti.

Misalnya tentang penghapusan khamar, awal ayat yang pertama kali turun sama sekali tidak mengharamkan khamar, ayat yang kedua juga sama sekali tidak mengharamkannya. Baru pada ayat yang ketiga, ada sedikit larangan untuk minum, yaitu saat menjelang shalat. Dan akhirnya baru pada ayat ke empat, khamar diharamkan sama sekali.
Demikian juga dengan proses penghilangan budak, adalah sah bila juga ada proses yang harus dilalui. Apalagi perbudakan itu terkait dengan sendi-sendi ekonomi suatu bangsa, tentu waktu yang dibutuhkan jauh lebih lama.
Bayangkan bila harga seorang budak 100 dinar, sebagaimana salah satu riwayat menyebutkan tentang harga Bilal saat dibebaskan. Padahal kita tahu bahwa satu dinar emas itu senilai dengan harga seekor kambing. Kalau seekor kambing seharga sejuta rupiah, berarti seorang budak seharga 100 juta rupiah. Bayangkan kalau satu orangtuan di Makkah memiliki 100 budak, maka nilai assetnya 10 milyar.

Kalau tiba-tiba budak dihapuskan dalam satu ketukan palu, maka jelas sekali ekonomi akan goncang dan runtuh.
Tentu saja Islam tidak akan meruntuhkan sendi-sendi ekonomi suatu bangsa. Yang dilakukan adalah penghapusan budak secara proses. Ada banyak pintu untuk membebaskan budak, antara lain:

  • Pintu Pertama, lewat hukuman atau kaffarah atau denda. Seorang yang melakukan suatu dosa tertentu, ada pilihan denda yaitu membebaskan budak. Misalnya, melakukan hubungan suami isteri siang hari bulan Ramadhan.

  • Pintu kedua adalah lewat mukatab, yaitu seorang budak harus diberi hak untuk membebaskan dirinya dengan angsuran, di mana uangnya didapat dari 8 ashnaf zakat.

  • Pintu ketiga, lewat sedekah atau tabarru'. Seseorang tidak melakukan dosa, tapi dia ingin punya amal ibadah yang sangat bernilai di sisi Allah, maka dia pun membebaskan budak miliknya, atau membeli budak milik orang lain.

  • Pintu Keempat, Islam menetapkan bahwa semua budak yang dinikahi oleh orang merdeka, maka anaknya pasti menjadi orang merdeka. Sehingga secara nasab, perbudakan akan hilang dengan sendirinya.
Itulah salah satu rahasia mengapa menikahi atau menyetubuhi budak sendiri dibenarkan dalam Islam, jawabnya karena anak yang akan lahir dari rahim wanita itu akan menjadi orang yang merdeka. Tanpa harus kehilangan hak atas nilai asset yang dimiliki secara langsung.

Dan masih banyak lagi pintu-pintu lain yang bisa dimanfaatkan untuk mengantarkan para budak menemui kebebasannya.
Pada intinya, perbudakan bisa dihapuskan secara sistematis, namun tidak ada orang yang dirugikan secara finansial. Dan sendi-sendi ekonomi tidak akan rusak atau runtuh.

Dalam banyak ayatnya, Al-Quran memang membolehkan laki-laki menyetubuhi budaknya sendiri. Tetapi bukan budak orang lain.

... Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka [1037], jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu.(SQ 24:33.).

[1037] maksudnya: Salah satu cara dalam agama Islam untuk menghilangkan perbudakan, yaitu seorang hamba boleh meminta pada tuannya untuk dimerdekakan, dengan perjanjian bahwa budak itu akan membayar jumlah uang yang ditentukan. Pemilik budak itu hendaklah menerima perjanjian itu kalau budak itu menurut penglihatannya sanggup melunasi perjanjian itu dengan harta yang halal.

Al Qur'anQS 02:221: " Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu'min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran."

Al Qur an: QS. 23:01-07. " Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya...dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu [996] maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. ".
[996].Maksudnya: zina, homosexueel, dan sebagainya.

Al Qur'an SQ. 70:29-30: " Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela."

Al Qur'an QS.33:50: " Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu "

Al Qur'an SQ. 04:25 ...Dan barangsiapa diantara kalian (orang-orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kalian miliki...

Sesuai dengan ruh ISLAM yang datang dengan tujuan, salah satunya, membebaskan perbudakan di atas bumi ini. Salah satunya dengan menganjurkan kepada para tuan untuk mengawini budaknya sehingga secara otomatis terbebas dari perbudakan. .

akan menjadi suatu kesalahan yang besar apabila kita hanya membaca beberapa ayat tanpa memperhatikan apakah ada ayat lain yang merujuk pada penjelasan tentang hal dimaksud.
selain mengutif QS 23:5-6 dan QS 4:24, coba anda perhatikan ayat lainnya yang berusaha menjelaskan tentang hal ini, seperti:

QS 4:25

“Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”


intinya: bahwa dalam ayat tersebut memuat sebuah pernyataan bahwa kita diharamkan menggauli budak2 tersebut tanpa ada ikatan perkawinan/pernikahan

……….selanjutnya bisa anda maknai sendiri……..


kemudian ditegaskan lagi dalam QS 24:33

“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.”

intinya: jangankan melakukan perzinahan, mau mengawininyapun tetap saja kita menghargai dan menjaga kehormatan mereka, ketika mereka menginginkan sebuah perjanjian kita harus menerima perjanjian itu, dan selain itu kita juga diharamkan memaksa mereka untuk melakukan pelacuran…
jadi, jelas sudah semuanya, bahwa tidak ada unsur perzinahan dalam hal ini. dan ketika budak tersebut menginginkan perjanjian atas perkawinan yang kita inginkan, disini menjelaskan bahwa tidak ada unsur pemaksaan pula dalam hal itu.


Menyetubuhi Budak: Sebuah Kerendahan

Sebagaimana pernah kami sampaikan di situs ini sebelumya, mungkin sebagian dari kita berpikir, wah enak juga ya punya budak, bisa menyetubuhi tanpa dinikahi'. Berarti Islam itu tidak adil, di satu sisi bilang mau membebaskan perbudakan, tapi di ayat Quran kok malah dibolehkan menyetubuhi budak?
Padahal sesungguhnya yang terjadi tidak demikian. Terutama untuk bangsa Arab di masa lalu yang sangat menjunjung tinggi nilai seorang isteri.

Sudah menjadi adat dan tradisi bagi bangsa itu untuk menikahi dengan wanita terhormat. Dan untuk itu, secara finansial mereka punya level bargaining yang tinggi. Laki-laki arab tidak segan-segan untuk menggelontorkan seluruh hartanya demi untuk membayar mahar (maskawin) yang sedemikian mahal. Semakin tinggi nilai dan derajat seorang wanita yang akan dinikahi, maka semakin malah nilai maharnya. Dan semakin naik pula gengsi si laki-laki yang menikahinya. Dan urusan gengsi ini menjadi ukuran status sosial yang punya kedudukan tersendiri.

Mereka yang menikah dengan wanita bermahar murah, biasanya langsung mengalami penurunan IHD (Indeks Harga Diri). Minimal sedikit terkucil dari pergaulan. Hanya karena menikah dengan wanita yang nilai maharnya agak rendah. Sebab kemurahan nilai mahar sedikit banyak menggambarkan status dan derajat keluarga si wanita. Dan buat bangsa arab saat itu, menikahi wanita yang maharnya murah akan sangat menjatuhkan gengsi dan wibawa.
Apalagi kalau sampai menikahi budaknya sendiri, maka 'indeks harga diri' akan langsung melorot jatuh. Dia akan kehilangan 'muka' di hadapan teman-temannya, karena bersetubuh atau menikah dengan budak. Sama sekali tidak ada yang bisa dibanggakan, bahkan memalukan.

Maka meski ada ayatyang menghalalkan menyetubuhi budak wanita milik sendiri, bukan berarti orang Arab lantas senang. Sebab buat mereka, menikah dengan wanita yang berderajat tinggi adalah sebuah prestise tersendiri. Dan menikah dengan budak adalah sebuah 'catatan tersendiri' meski dihalalkan.
Maka di akhir ayat, Allah SWT menegaskan bahwa hal itu tidak tercela. Sebab memang buat bangsa Arab saat itu, menyetubuhi dan menikahi budak memang agak membuat mereka terhina.

Subhat:(dalam surat Al muminun 1-6 ) Apakah itu bukan termasuk perzinahan?

JAWAB

Apa yang disebutkan dalam surat Al-Mu‘minun adalah sebuah pernyataan dari Allah sebagai sumber utama hukum Islam. Dalam ayat itu Allah telah membuat ketentuan bahwa setiap muslim wajib menjaga kemaluannya (tidak boleh melakukan hubungan seksual) dengan siapa pun kecuali dengan dua orang: Pertama, dengan istri yang dinikahi. Kedua: dengan budak wanitanya yang dimiliki. Sehingga hanya kepada kedua jenis orang inilah seorang laki-laki muslim boleh melakukan hubungan seksual. Tentu saja melakukan hubungan seksual dengan budak wanita yang dimiliki bukan termasuk zina yang dilarang Allah. Dan perlu dicermati lebih jauh bahwa di abad ketujuh dimana Syariat Islam diturunkan, fenomena perbudakan adalah sesuatu yang bersifat bagian utama dari sistem masyarakat manapun, bukan hanya milik jazirah arab saja.

Perbudakan adalah ribuan tahun sebelum masa turunnya syariat Islam. Perbudakan telah dikenal sejak zaman Romawi dan Yunani Kuno, Mesir kuno, Sumeria, Baylonia dan peradaban-peradaban kuno lainnya. Semua menyepakati sistem perbudakan dimana mereka memang bisa melakukan hubungan seksual dengan para budak. Juga jual beli budak diakui secara aklamasi di semua peradaban manusia. Sehingga budak adalah salah satu komoditi masyarakat yang telah dikenal ribuan tahun lamanya di setiap belahan dunia. Ketika Islam datang, perbudakan tidak bisa dihapuskan dalam sehari, tetapi butuh proses panjang selama puluhan bahkan ratusan tahun. Selama proses itu berlangsung, Islam telah secara intensif menutup semua pintu perbudakan dan membuka lebar pintu ke arah pembebasannya.

Namun biar bagaimana pun Islam tidak bisa tiba-tiba secar frontal tidak mengakui perbudakan karena perbudakan di masa itu adalah realitas sosial. Sehingga beberapa hukum yang sebelumnya berlaku secara umum, pada kondisi tertentu masih bisa diterima dalam Islam. Termasuk diantaranya menjual atau membeli budak dan juga melakukan hubungan seksual. Meski hari ini perbudakan praktis tidak ada lagi, bukan berarti hukumnya menjadi tidak berlaku. Karena tidak ada seorang pun yang bisa menjamin bahwa suatu peradaban akan mengalami set back ke belakang meski sudah pernah mengalami kemajuan. Sehingga bila suatu saat nanti, Allah menghendaki terjadi perbudakan lagi, Islam telah memiliki hukum yang mengatur perbudakan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatu

Selasa, 05 Juni 2012

UMAT TERAKHIR (ISLAM) ADALAH UMAT YANG LEBIH DAHULU MASUK SORGA (menurut sabda Yesus)



[MATIUS 20:1-16]

[1] Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
[2] Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
[3] Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
[4] Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
[5] Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
[6] Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
[7] Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
[8] Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
[9] Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
[10] Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
[11] Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
[12] katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
[13] Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
[14] Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
[15] Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
[16] Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

--------------------------------------------Oo-


*)
RASULULLAH SAW BERSABDA: "Kami adalah umat terakhir dan terawal pada hari kiamat. Kami adalah umat yang pertama masuk surga meskipun mereka diberi kitab sebelum kami dan kami diberi kitab sesudah mereka." (H.R. Muslim).

Hadis tersebut menegaskan bahwa umat Nabi Muhammad saw. yang pertama masuk surga walaupun paling akhir dalam menerima ajaran dari Allah swt. dibandingkan nabi-nabi lainnya. Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. pernah bersabda, ”Diperlihatkan kepadaku tiga orang pertama dari umatku yang masuk surga dan tiga orang pertama dari umatku yang masuk neraka. Adapun tiga orang yang pertama masuk surga adalah syahid, budak yang pekerjaannya tidak menyibukkannya dari taat kepada Allah, dan orang fakir yang tidak meminta-minta. Dan tiga orang yang pertama masuk neraka, yaitu pemempin yang zalim, orang kaya yang hartanya tidak digunakan untuk menunaikan hak Allah, dan orang fakir yang sombong.” (H.R. Ahmad)


Bertolak dari analisis di atas bisa disimpulkan bahwa dari seluruh umat para nabi dan rasul, maka umat Nabi Muhammad saw. yang paling pertama akan masuk surga. Ada tiga orang yang pertama masuk surga di antara umat Nabi saw. dan tiga orang yang paling dulu masuk neraka. Kalau umat Nabi saw. yang pertama masuk surga, maka dari umat Nabi saw. juga yang paling pertama masuk neraka.
Termasuk pula umat kristen yang tidak mau mengikuti syariat yang dibawakan Nabi Muhammad untuk seluruh manusia.

--------------------------------------------Oo-


*)
SORGA BAGI UMAT YESUS DAN NABI-NABI SEBELUMNYA HANYA UNTUK 144.000 ORANG DARI UMAT ISRAEL SAJA.

Menurut Alkitab ternyata tidak ada satu pun ayat yang menyebutkan adanya pintu sorga bagi para pengikut Paulus (kristen)! Sebab 12 pintu sorga yang dijelaskan dalam Alkitab hanya diperuntukkan bagi 12 suku bangsa Israel saja. Disetiap gerbang pintu-pintu itu telah tertulis nama-nama dari ke-12 suku israel.

"Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel, Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang." [Wahyu 21:12-13]

[Wahyu 7:4-8]

[4] Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
[5] Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
[6] dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,
[7] dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
[8] dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

Bahkan Yesus sendiri memilih murid-muridnya dengan mengambil orang-orang yang berasal dari 12 suku israel tersebut.

"Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia." [Matius 10:2-4]

Dalam alQuran juga telah dijelaskan tentang ke-12 suku israel itu.

وَقَطَّعْنَاهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ أَسْبَاطاً أُمَماً وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى إِذِ اسْتَسْقَاهُ قَوْمُهُ أَنِ اضْرِب بِّعَصَاكَ الْحَجَرَ فَانبَجَسَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْناً قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ الْغَمَامَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَـكِن كَانُواْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

"Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!”. Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa . (Kami berfirman): “Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu”. Mereka tidak menganiaya Kami, tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri." (QS. Al-A'raaf:160)

Dalil-dalil ALKITAB tersebut jika diperhatikan, sungguh bertentangan dengan keyakinan pada umumnya umat Kristen di seluruh dunia dewasa ini. Mereka telah "menuhankan" Yesus yang sepanjang hidupnya selalu menekankan bahwa dirinya hanya sebagai UTUSAN TUHAN. Sedangkan lebih jauh lagi, menurut ayat-ayat dalam kitab Wahyu Pasal 7 di atas, Allah hanya akan membuka pintu sorga bagi 144.000 dari bangsa Israel saja. Sementara dari kitab Wahyu Pasal 7 pula kita mendapat pelajaran bahwa TIDAK ADA jaminan bahwa iman dari orang-orang bukan Israel terhadap ajaran Yesus akan diterima demi Yesus.

......
Lantas, bagaimana nasib pengikut paulus (kristen) yang selama ini sok akrab sama Yessus ?
maka pada hari kiamat nantinya Yesus akan menjawab:
"Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan". [Matius.7:23]


Sekalipun ada sebagian umat kristen yang keGeEran menganggap Tuhan masih menyediakan lokasi sorga ditempat lainnya untuk umat selain dari UMAT ISRAEL, dengan mengutip ayat berikut:

"Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka."

Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"

Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,

sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" [Wahyu 7:9-12]

JUSTRU JIKA KITA AMATI DAN CERMATI GAMBARAN KAUM/UMAT YANG ADA DALAM AYAT TERSEBUT:
Ciri-ciri tersebut tidak sedikitpun identik dengan pengikut paulus (umat kristen).

Dalam keterangan kitab Wahyu 7 ayat 9 (orang-orang yang memakai jubah putih dan memegang daun palem).
sudah lazim bagi kita semuanya, salah satu hal yg paling identik dengan pakaian jubah putih dan daun palem (khas arab) adalah UMAT ISLAM. Terlebih lagi disana dijelaskan bahwa mereka berasal dari berbagai suku bangsa dan bahasa.

Pernyataan wahyu yang dikatakan Rasul Yohanes itu sangat jelas menunjukkan itu adalah sebuah kumpulan dari umat tertentu. Karena sangat tidak mungkin jika sekelompok orang yang dimaksud itu adalah umat kristen. Sebab umat kristen tidak identik dengan pakaian putih dan daun palem.
Terlebih lagi jika umat kristen mati tidak pernah dibungkuskan dengan kain putih sebagaimana muslim melakukan itu, pahadal Yesus ketika wafat hanya dibungkus dengan selesai kain putih (kafan) yang dibalutkan ke tubuhnya. [Yohanes 19:40 & Matius 27:59]

Pada ayat 10 juga diterangkan dengan kalimat "Keselamatan bagi Allah kami". Jika kalimat itu diterjemahkan dalam bahasa arab maka berbunyi "Shalatullah.. salamullah..", yaitu merupakan shalawat badhar yang biasa dilantunkan oleh umat islam kepada nabi Muhammad SAW.

Pada ayat 11 dan 12 juga jelas dinyatakan dengan kalimat pujian kepada Allah (tahmid), yaitu dengan perkataan "Alhamdulillah, wa syukurillah.. laa hawla walaa quwwata illa billahi"

--------------------------------------------Oo-


*)
YESUS MENGAKUI HANYA UNTUK BANGSA ISRAEL SAJA !

Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." [Matius 15:24]

Sebelum Yesus dilahirkan oleh Bunda Maria Mamanya Yesus, telah ada nubuat yang menyebutkan bahwa Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki yang kelak akan menyelamatkan umatnya, yaitu BANGSA ISRAEL. Nubuat ini dapat kita jumpai di dalam Alkitab sebagai berikut:

"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." [Matius 15:24]

Menunjuk Matius 15:24 yang sudah demikian terang, maka yang dimaksud dengan "umat-Nya" di sini tentu saja adalah BANGSA ISRAEL. Bukan bangsa Arab, Romawi, Yunani, Eropa, Cina, Amerika, atau bangsa-bangsa lainnya di muka bumi ini.
apalagi Indonesia,..
wahh.. jaoh kaleeee !!!

Al-Qur'an juga mengisahkan bahwa Nabi Isa alaihissalam (yesus), pernah berkata kepada kaumnya:

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّراً بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءهُم بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

"Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira ....... " (QS. Ash-Shaaf[61]:6)

Seruan Yesus ini tegas-tegas menjelaskan bahwa ia diutus oleh Allah Subhanahu Wata'ala hanya untuk bangsa Israel saja. Beliau tidak pernah menyeru, "Hai manusia," yang boleh diartikan sebagai seruan kepada seluruh umat manusia. Dan kisah dalam alQur'an ini dibuktikan sendiri oleh fakta sejarah bahwa selama masa kerasulannya, pengikutnya hanya dari bangsa bangsa Israel saja. Tidak satupun pengikut beliau yang berasal dari bangsa-bangsa di luar bangsa Israel. Ajaibnya lagi, tidak hanya sejarah yang mendukung kisah dalam Al-Qur'an tersebut, tetapi banyak sekali ayat-ayat di dalam Alkitab (Injil) sendiri yang menguatkannya. Yang pertama, perhatikanlah ayat ini:

Tidak hanya itu, Alkitab juga mengisahkan bagaimana Yesus "menolak" mendo'akan orang-orang di luar bangsa Israel seperti di antaranya:

"Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan Kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu." [Yohanes 17:9]

Yang dimaksud dengan "mereka" pada ayat di atas tentunya cukup jelas, yaitu "BANGSA ISRAEL". Sementara yang dimaksud dengan "DUNIA" tentu saja adalah bangsa-bangsa lain selain dari bangsa Israel. Sebab sebagaimana disebutkan dalam Matius 15:24, tidaklah ia diutus oleh Allah kecuali hanya untuk "menyelamatkan" domba-domba yang tersesat dari kalangan BANGSA ISRAEL saja.
(mohon kristen jangan keGeEran ya !.. please)

--------------------------------------------Oo-


*)
PINTU SYURGA HANYA MELALUI ISLAM BUKAN AGAMA LAIN.

Allah Subhanahu Wa Ta’alaa menyatakan bahwa Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah seorang utusan bagi seluruh alam:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (men-jadi) rahmat bagi semesta alam (QS. Al-Anbiya':107)


Allah Subhanahu Wa Ta’alaa menegaskan lagi, bahwa risalah yang dibawa beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah untuk seluruh alam :

إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِين

Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. (QS.Saad:87)

Sehingga tidak mengherankan bila seruan-seruan dalam Al-Qur’an dimulai dengan seruan “hai manusia” atau “Hai bani Adam” yang menunjukkan keu-niversalan sifat orang-orang yang diseru.

Dalam Alkitab, Yesus memberitakan tentang Islam dan memerintahkan umatnya untuk bertobat .
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! [Matius 4:17 ]

Yang dimaksud kerajaan syurga adalah agama Islam yang di bawa nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam, hal ini diperkuat dengan ayat berikut ini :
...Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. [Matius 21:43 ]

Semua dalil-dalil tersebut sangat bersesuaian, bahwa untuk dapat masuk syurga, jalan satu-satunya hanyalah dengan masuk AGAMA ISLAM. Mari kita susun kembali fakta-fakta tersebut di atas :
1. Risalah Yesus hanya untuk orang Israel
2. Hanya 144.000 pengikut Yesus yang masuk syurga.
3. Pintu syurga melalui ajaran Yesus hanyalah bagi dua belas suku Israel.
4. Yesus memerintahkan untuk mengikuti agama Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
5. Islam Rahmatan Lil 'Alamin (rahmat bagi sekalian alam).

Dan Allah Subhanahu Wa Ta’alaa menegaskan dalam firmanNYA:

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS.Al-'imran :85)


UNTUK KESEKIAN KALINYA ANA PERINGATKAN KEPADA PARA PENGIKUT PAULUS (KRISTEN), JIKA INGIN SELAMAT MAKA BERIMANLAH KEPADA AGAMA YANG DIBAWAKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW (ISLAM)

KARENA TIDAK ADA LAGI KAPLINGAN SORGA UNTUK UMAT-UMAT NON-ISRAEL, KECUALI BAGI MEREKA YANG MENGIMANI DAN MENGIKUTI SEORANG NABI AKHIR ZAMAN YANG TELAH DIUTUS BAGI TUHAN UNTUK MEMBAWAKAN RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM.

wallahu a'lam

 http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2151884293273&set=a.1034965891011.5021.1731361573&type=1&theater
 

TERNYATA YESUS ADALAH SEORANG MUSLIM




Apakah Yesus membawa agama Kristen ?
jawabnya: TIDAK

Yesus tidak pernah membawa sebuah agama yang bernama "KRISTEN".
Adapun nama "KRISTEN" itu sendiri sebenarnya merupakan istilah yang diperkenalkan oleh Rasul Barnabas (rasulnya Yesus) dan Paulus (rasul penipu).

"Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen." [Kisah Para Rasul 11:26]


Kristen itu nama yang muncul ratusan tahun setelah Yesus Sang Nabi itu diangkat oleh Allah ke langit. Pengikut Beliau biasa dipanggil nasrani atau Nashara (kristen awal), dan mereka mengaku sebagai MUSLIM. Muslim berarti hidup dengan nafas Islam.
Nasrani mengacu kepada kelompok kecil Yesus karena hanya untuk Umat Israel, sedangkan ajaran yang dibawakan oleh Nabi Muhammad lebih bersifat universal (menyeluruh) yakni untuk segala bangsa karena Islam rahmat bagi seluruh alam.

Tetapi mereka keduanya adalah sama-sama sebagai seorang MUSLIM.


Kali ini bisa ana buktikan lewat perkataan Yesus Kristus didalam bahasa Aram/Ibrani yang merupakan bahasa Asli Yesus (bahasanya sehari-hari).

Seperti yang kita ketahui, bahasa Aram merupakan bahasa serumpun dengan bahasa Arab, dengan kesamaan cara membaca yaitu dari kanan-kekiri (terbalik dengan cara pembacaan kita).

Didalam memahami terjemahan bahasa Aram/Ibrani, perlu diperhatikan sebagai berikut:

Dalam Bahasa Aram:
Tuhan = Alaahaa (Allah).

Yesus = 'Eesho ('Isa) karena memang di saat zaman Yesus tidak ada orang yang bernama Yesus dan yang ada hanyalah Yeshua' (Yeshu'/'Isa), karena Yesus itu nama baru (sebutan bagi 'Isa) dari bahasa latin.


Aram Palestina => יֵשׁוּע משִׁחָא (Yēšûe Mšîḥō)

Aram Syria => ܝܼܫܘܿܥ ܡܫܝܼܚܐ (Κô Mšîḥa)

Ibrani => יֵשׁוּעַ הַמָּשִׁיחַ (Yēšûa Hammāšîaḥ)

Arab => عِيسٰى اَلْمَسِيحْ (Κâ Al Mašîḥ)

Yunani => Ιησους [ο] χριστος (Yēsūs [ho] Khristos)


Christ = Msheekhaa, padahal "Christ" itu mengacu ke Mesiah.
Msheekhootaa = Christianity, dan itu mengacu kepada kata Christ, sehingga seolah-olah kata Kristen ada disana.
Padahal kata yang tepat adalah Mesiah bukan Christ.



Baiklah, di sini kita akan memahami sebuah ayat injil menurut terjemahan bahasa aslinya (ibrani).

LUKAS 6:40

ען תלמיד נאעלה על ראבו שכן כל אדם שיע מושלם ייהיה כערבו

“Ein talmeed na’leh ‘al rabbo; shekken kal adam she’MUSHLAM yihyeh k’rabbo.”
(Tak seorangpun bisa melebihi gurunya, tetapi setiap orang yang mengaku sebagai MUSLIM dapat menyamai gurunya)

Terjemahan dalam setiap kata:
'Ein = tidak/tiada
talmeed = sesiapa saja
na’leh = boleh/dapat, lebih dari
‘al rabbo = guru mereka
shekken = tetapi/namun
kal = setiap/tiap-tiap
adam = manusia/orang
she’ = sebagai/selaku
MUSHLAM = patuh/tunduk/taat
yihyeh = sama seperti/seakan-akan
k’rabbo = guru mereka



Dalam terjemahan Bahasa Inggris kata "MUSHLAM" berubah menjadi PERFECT.

Misalnya:

Luke 6: 40 (KJV)

"The disciple is not above his master: but every one that is perfect shall be as his master."


Luke 6:40 (Darby)

"The disciple is not above his teacher, but every one that is perfected shall be as his teacher."


Luke 6:40 (Young’s Literal Translation)

"A disciple is not above his teacher, but every one perfected shall be as his teacher."


Luke 6:40 (21st Century King James Version)

"The disciple is not above his master, but every one that is perfect shall be as his master."


Luke 6:40 (American Standard Version)

"The disciple is not above his teacher: but every one when he is perfected shall be as his teacher."



Dalam bahasa Yahudi (ibrani), kata "MUSHLAM" berasal dari akar kata "שלום" (Sh-L-M) yang berarti “Shalom” (dan bahasa Arab menyebutnya dengan kata "Salam") yang berarti “Damai”.


Sedangkan didalam bahasa Arab, kata "MUSLIM" berasal dari akar kata "سَّلاَمُ" (S-L-M) dibaca:"Salam", yang berarti “Damai/Selamat/Sejahtera”.


Cobalah perhatikan ayat berikut:

Lalu firman Allah kepadanya (Musa): “Tinggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus!”. [Kisah Para Rasul 7:33].

“Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan–seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa!”. [Keluaran 4:32].

Maka Dia (Yesus) maju sedikit, lalu Dia bersujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari-Ku, tetapi janganlah seperti yang Aku-kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki!”. [Matius 26:39].

“Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam”. [Yohanes 20:5]



Ayat-ayat di atas adalah contoh beberapa hal yang dilakukan oleh para nabi (termasuk Yesus) ketika mau beribadah kepada Tuhannya (menemui Tuhan).
Dilihat sekilas tampak serupa dengan yang dilakukan oleh kaum muslim dalam berwudhu' dan beribadah.


Ketika Yesus wafat dan dikuburkan, Yesus dikafani dengan kain putih. [Matius 27:59, Yohanes 19:40],
sama halnya seperti halnya Muslim.
Sedangkan umat kristen kalau mampus, udah macam orang mau pergi ke pesta,.. pakai jas, dasi, gaun, kacamata hitam segala, dan aksesoris lainnya.

hahahahai...
EMANGNYA DI DALAM KUBUR ADA PENJAMUAN ?


Begitu pula ibadah yang dilakukan umat Kristen sampai saat ini, dengan memakai kursi/bangku dan meja, bernyanyi di dalam tempat ibadah, berhias seperti mau ke pesta, memakai sepatu di dalam Tempat Ibadah. Tidak peduli itu sepatu bekas terinjak tahi dan sebagainya, tapi tetap saja di bawa masuk ke dalam gereja.
Padahal seumur hidupnya Yesus tidak pernah melakukan beribadah dengan cara aneh seperti itu.


SADARLAH WAHAI KALIAN YANG TELAH DITIPU OLEH PAULUS...
KEMBALILAH KEPADA AJARAN YESUS YANG SEBENARNYA (ISLAM).
 

Karena Ternyata Yesus Itu Muslim (MUSHLAM


http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2109055262574&set=a.1034965891011.5021.1731361573&type=1&theater&notif_t=photo_comment_tagged

Sabtu, 26 Mei 2012

Default Manuskrip : Nubuat Terjadinya Perang Dunia, Runtuhnya Saddam, Imam Mah


Ada sebuah manuskrip langka dari Abad ke 2 H yang ditulis oleh salah seorang Tabi’at – Tabi’in yang berasal dari Syam. Manuskrip ini tersimpan di perpustakaan Turki di Istanbul dan ditulis ulang oleh beberapa peneliti.
Manuskrip ini berjudul “ Salam wa Harb fi Akhir Zaman ar Rabb “.
Dalam sebagian manuskrip tersebut termuat nubuat tentang terjadinya Perang Dunia I, Perang Dunia II, kejatuhan Saddam Hussein, serta kejadian sesudahnya, yaitu munculnya Imam Mahdi, Terjadinya Armageddon serta hancurnya Yahudi.
Kutipan sesuai terjemahan aslinya sebagai berikut :

“ Perang akhir zaman adalah Perang Dunia, yakni kali ketiga sesudah dua perang besar sebelumnya. Banyak sekali yang mati di dalamnya. Perang dikobarkan oleh seorang laki-laki yang merupakan kucing besar di negeri gelas dan mahkota di kepala…….*sementara Perang Kedua dikobarkan oleh seorang laki-laki yang nama panggilannya adalah Tuan Besar dan seluruh dunia memanggilnya Hitler………**”
Kalimat di atas adalah bagian dari riwayat yang disampaikan oleh Abu Hurairah, Ibn Abbas, dan Ali Bin Abi Thalib. Kemudian dalam sebuah riwayat yang tida berani disampaikannya semasa hidupnya, Abu Hurairah – ketika hamper tiba saat kematiannya – berkata kepada orang-orang di sekitarnya : ‘ ( Riwayat itu berkaitan dengan berita yang kuketahui tentang keadaan perang akhir zaman. ‘ Mereka berkata, ‘ Sampaikanlah kepada kami. Tidak apa-apa, dan semoga Allah memberimu balasan dengan kebaikan.’
Maka Abu Hurairah pun berkata : “ Dalam rangkaian ( hitungan ) Hijrah sesudah seribu tiga ratus ( tahun ), dan mereka mengikat perjanjian yang disitu Raja Roma melihat bahwa perang semesta dunia pasti terjadi. Allah menghendaki terjadinya perang. Dan waktu tidak berjalan tanpa perjanjian dan perjanjian. Lalu berkuasalah seorang laki-laki dari negeri yang bernama JIRMAN, bernama Al-HIRR. Ia ingin menguasai seluruh dunia. Memerangi semua bangsa di negeri-negeri salju dan kebaikan. Ia bergerak dengan murka Allah sesudah beberapa tahun api (menyala). Ia ingin membunuh rahasia Ar-RUSY atau Ar –RUS.***
Dalam rangkaian Hijrah sesudah seribu tiga ratus ( tahun ), terhitung lima atau enam, Mesir diperintah oleh seorang laki-laki yang dipanggil dengan “ NASHIR “ yang disebut bangsa Arab sebagai “ Sang Pemberani dari Mesir “ Allah membuatnya hina dalam perang dan perang, dan ia tidak memperoleh kemenangan. Kemudian Allah menghendaki Mesir memperoleh kemenangan di bulan-bulan yang mereka cintai, dan itu adalah untuk-Nya. Mesir diterima sebagai pemelihara al Bait dan Arab, dengan seorang laki-laki bersama SADA, ayahnya ANWAR. Akan tetapi ia berdamai dengan pencuri Masjid Al Aqsa di negeri Al-Hazin.
Di Irak muncul seorang lai-laki yang bertindak sewenang-wenang…… dan…….****Sufyani.
Di salah satu matanya terdapat tanda sedikit kemalasan. Namanya Ash-SHADDAM, yakni penghancur orang-orang yang bersekutu untuk menentangnya di Kuwait kecil yang dimasukinya. Ia adalah MAHDUN. Tidak ada kebaikan bagi SUFYANi kecuali dengan Islam. Ia baik dan buruk, dan kecelakaan bagi pengkhianat Al-MAHDI yang terpercaya.
Dalam rangkaian Hijrah seribu empat ratus ( tahun ) dan hitungan dua atau tiga…….*****Al-MAHDI Al AMIN keluar dan memerangi seluruh dunia dan menghimpun orang-orang sesat dan dimurkai Tuhan, dan orang-orang yang terseret dalam kemunafikan di bumi ISra’ dan Miraj di tepi bukit MAJIDUN.
Dalam perang itu keluar seorang ratu dunia, pelaku maker dan pelacur. Namanya AMIRIKA. Ia menggoda dunia waktu itu dalam kesesatan dan kekafiran. Sementara itu Yahudi dunia saat itu berada di tempat yang paling tinggi. Mereka menguasai seluruh Al QUDS dan Al MADINAH Al MUQADDASAH ( Kota yang disucikan ).
Semua negeri datang dari laut dan udara, kecuali negeri salju yang menakutkan dan negeri panas yang menakutkan. Al MAHDI melihat bahwa seluruh dunia melakukan makar buruk kepada dirinya dan ia melihat bahwa makar Allah lebih hebat lagi. Ia melihat bahwa seluruh alam Tuhan berada dalam kekuasaannya. Akhir dari perang itu ada di tangannya, dan seluruh dunia merupakan pohon yang dimilikinya dari dahan hingga ranting-rantingnya. Di tanah Isra’ dan Mi’raj terjadi perang dunia yang disitu Al Mahdi memberi peringatan kepada orang-orang kafir bila mereka tidak mau keluar. Maka orang-orang kafir dunia berkumpul untuk memerangi Al Mahdi dalam pasukan sangat besar yang belum pernah dilihat sebelumnya. Dalam kelompok kekuatan Yahudi Al KHAZAR dan Bani Israel masih terdapat pasukan lain yang tidak diketahui jumlahnya. Al Mahdi melihat bahwa siksa Allah sangat mengerikan dan bahwa janji Allah benar-benar telah dating dan tidak diakhirkan lagi. Kemudian Allah melempari mereka dengan lemparan yang dahsyat. Bumi, lautan dan langit terbakar, untuk mereka, dan langit menurunkan hujan yang sangat buruk. Seluruh penduduk bumi mengutuk orang kafir dunia, dan Allah mengizinkan lenyapnya seluruh orang kafir di Perang DAJJAL, dan perangnya terjadi di negeri Syam dan kejahatan………”
Wallahu ‘alam.
‘* dibagian ini banyak kalimat dihapus
‘** Perhatikan mauskrip itu mengemukakan nama seperti yang sudah didengar pada masa Nabi saw tanpa membubuhkan titik.
‘*** Ada keraguan pada perawi ( tentang nama Ar RUSY atau Ar RUS)
‘**** Ditemukan dua atau tiga kalimat dihapus
‘***** Dan disini mengandung pengertian yang lain tapi terhapus manuskrinya.


sumber ; ZILZAAL: Manuskrip : Nubuat Terjadinya Perang Dunia, Runtuhnya Saddam, Imam Mahdi dan Hancurnya……dan Dajjal.

isra' mi'raj dalam alkitab II

Dalam artikel ini, marilah kita mengikuti kajian kita dengan
sabar mengenai BARNASHA atau “sang Anak Manusia” yang dinaikkan ke atas awan
menuju Yang Maha Tinggi, kepada siapa diberikan Sultaneh (Sholtana
dalam teks aslinya yakni “dominion” atau kerajaan), kehormatan, dan ditugaskan
untuk menghancurkan dan melenyapkan Kerajaan Si Tanduk yang mengerikan.


Sekarang marilah kita segera beralih mencari identitas Barnasha ini.


Sebelum mengetahui siapa Anak Manusia ini, sebaiknya kita
mempertimbangkan terlebih dahulu poin-poin dan observasi berikut :


1. Ketika semua nabi-nabi keturunan Israel meramalkan bahwa “semua bangsa dan
penduduk bumi akan melayaninya (yakni Anak Manusia/Barnasha) maka kita mesti
memahami bahwa yang dimaksud adalah bangsa-bangsa yang disebutkan dalam Kitab
Kejadian 15:18-21, dan bukan bangsa Inggris, Perancis, atau Cina.
2. Ungkapan “orang-orang suci Yang Maha Tinggi” dipahami artinya pertama kaum
Yahudi dan kemudian Kaum Kristen yang mengakuan keesaan Tuhan yang mutlak,
berjuang dan menderita untuk itu sampai munculnya sang Barnasha dan hancurnya
Kerajaan Tanduk atau Kerajaan Binatang keempat.
3. Setelah penghancuran kerajaan Tanduk, maka bangsa-bangsa yang akan melayani
para santo (orang kudus) adalah bangsa Khaldea, Medo-Persia, Yunani, dan Romawi
(empat binatang buas yang digambarkan oleh Daniel pasal 7).
4. Memang luar biasa menyadari fakta penting bahwa Tuhan sering memperkenankan
musuh-musuh agamaNya yang benar untuk menaklukan dan menyiksa umatNya karena dua
tujuan: Pertama, karena Dia hendak menghukum umatNya oleh sebab bergelimang
dosa. Kedua, karena Dia ingin menguji kesabaran dan membuktikan keimanan
umatNya. Tuhan sendiri pada waktunya akan mengintervensi atas nama kaum beriman
apabila eksistensi mereka berada di ujung tiangnya.

Sungguh saat yang
mengerikan dan paling kritis bagi kaum Muslim ketika kekuatan yang bersekutu
berada di Konstantinopel selama tahun-tahun gencatan senjata yang mengerikan
itu. Persiapan besar-besaran dilakukan oleh bangsa Yunani untuk mengambil alih
Masjid Aya Sophia. Ketika Patriarch Yunani dari Konstantinopel berangkat ke
London dengan membawa jubah patriarkhal kuno yang indah dan bertahta mutiara dan
permata untuk Uskup Agung Canterbury, yang sangat menganjurkan dilakukannya
restorasi Konstantinopel dan gedung megah St. Sophia kepada Yunani.

Pada
hari Isro dan Mi’roj, gedung sakral itu penuh sesak dengan orang-orang beriman
yang berdo’a agar Allah Yang Maha Kuasa membebaskan Turki dan khususnya masjid
itu dari orang-orang yang akan mengisinya dengan patung-patung dan gambar-gambar
Yesus dan Maria, yang sangat tidak pantas diletakkan di rumah
Tuhan.

Dalam kaitannya dengan mantel atau jubah patriarkhal itu, saya
menulis sebuah artikel dalam koran Turki al-Aqsham, yang menunjukkan adanya
perpecahan antara Gereja Ortodok Yunani dan Gereja Anglikan Protestan. Saya
mengatakan bahwa jubah itu tidak dimaksudkan sebagai pallium (jubah kebesaran
untuk Paus dan diberikan olehnya kepada Uskup Agung dan kadang-kadang kepada
Uskup. Disebut juga “pall “) pentasbihan dan pengakuan ordo Anglikan, dan bahwa
reuni diantara dua Gereja tidak dapat diwujudkan kalau salah satu pihak tidak
menolak dan menanggalkan beberapa pasal keimanan yang dianggap bid’ah dan
keliru. Saya juga menyatakan bahwa jubah itu adalah sogokan diplomatik atas nama
negeri Yunani dan Gerejanya. Artikel tersebut diakhiri dengan tulisan sebagai
berikut:

”Semuanya tergantung pada karamah dan keajaiban yang diharapkan
muncul dari Bakhshish jubah kepausan ini”.

Hasilnya sudah terlalu pada
tahu untuk diulang disini. Cukuplah dengan mengatakan bahwa sang patriarch
meninggal di Inggris, dan Yang Maha Kuasa mengirim Barnasha untuk menghancurkan
tanduk dan mengusir pasukan Romawi dari timur, memunculkan Mustafa Kemal
(Presiden Turki Sekuler pertama yang menggusur Daulah Usmaniah. Ia adalah
keturunan Yahudi) yang menyelamatkan negeri Turki dan memulihkan “kehormatan
Islam”.
5. Harus dicatat bahwa bangsa Yahudi adalah umat pilihan Tuhan sampai kenabian
Yesus. Di mata muslim, baik Yahudi maupun Kristen tidak berhak untuk mengklaim
gelar “orang-orang suci Yang Maha Tinggi”, karena umat Yahudi sama sekali
menolak Yesus, sedangkan umat Kristen menghina Yesus dengan menuhankannya.
Selain itu, dua-duanya sama sekali tidak patut mendapat gelar itu karena
penolakan mereka untuk mengakui Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم sebagai nabi terakhir yang menutup
daftar para nabi.

Sekarang marilah kita melanjutkan pemuktian bahwa
Barnasha (anak manusia) yang dinubuatkan oleh Perjanjian Lama dan diberi
kekuatan untuk menghancurkan kerajaan Bintang keempat (Romawi) adalah Muhamamd.
Apapun alasan Anda yang mencabut gelar “Anak Manusia” pada diri Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم,
maka Anda hanya akan membuat diri Anda seperti orang gila, dikarenakan alasan
berikut:

1. Kita tahu bahwa agama Yahudi maupun Kristen tidak mempunyai nama tertentu
untuk keyakinan dan sistemnya. Artinya baik kaum Yahudi maupun Kristen tidak
mempunyai nama spesial untuk doktrin keyakinan mereka. “Yudaisme” dan
“Kristianitas” adalah nama yang tidak berdasarkan kitab suci juga tidak disahkan
oleh Tuhan ataupun pendiri agama itu!

Sesungguhnya sebuah agama, jika
benar, tidak bisa diberi nama menurut pendiri keduanya, karena pengarang dan
pendiri sejati dari sebuah agama yang benar adalah Tuhan. Dan bukan seorang
nabi.

Nah kata benda nama diri untuk hukum, keimanan, dan praktek ibadah
sebagaimana difirmankan Allah kepada Muhammad adalah “Islam”,. Yang artinya
“menciptakan kedamaian” antara Tuhan Sang Pencipta, manusia, dan alam semesta.
“Muhamadanisme” bukanlah sebutan yang tepat untuk Islam. Karena Muhammad
sendiri, seperti nabi Ibrahim dan semua nabi-nabi yang lain adalah seorang
muslim, dan bukan agama Muhamadanisme, Yudaisme, apalagi Kristiani.

Islam
adalah “pengadilan perdamaian”, karena ia memiliki kitab hukum otentik dengan
mana keadilan dijalankan dan ketidakadilan dihukum. Kebenaran dihormati dan
kesalahan dikutuk. Dan yang terpenting keesaan Tuhan, pahala yang kekal untuk
perbuatan jahat dengan jelas dinyatakan dan ditetapkan.

Dalam bahasa
Inggris, seorang hakim disebut “justice of peace” , artinya “hakim perdamaian”.
Nah ini meniru hakim muslim yang menyelesaikan suatu sengketa dengan menghukum
orang bersalah dan memberi pahala orang yang benar, sehingga memulihkan
kedamaian. Inilah Islam dan Hukum al-Qur’an. Bukan Kristen dengan Biblenya,
karena Kristen secara mutlak melarang seseorang mengadu kepada seorang hakim,
betapa pun tidak bersalah dan zalimnya dia (Matius 5:25-26).
2. “Anak Manusia” atau Barnasha itu pastilah Muhammad. Karena ia datang setelah
Konstantin. Dan tidak sebelumnya sebagaimana Yesus atau nabi lainnya.


Tidak ada yang lebih bodoh daripada pendapat bahwa Yudas sang Maccabaeus
adalah Barnasha yang berada diatas awan, dan si Tanduk adalah Antiochus. Diduga
keras bahwa -jika saya tidak salah – Antiochus setelah menodai Bait Yerusalem,
hidup hanya tiga setengah tahun –atau tiga setengah hari- yang pada akhirnya ia
lenyap.

Pertama kita tahu bahwa Antiochus adalah pengganti
Alexander Yang Agung dan raja Syria. Konsekuensinya, adalah satu dari empat
kepala singa bersayap dan bukan Tanduk kesebelas dari empat binatang buas
tersebut.

Pada pasal kedelapan kitab Daniel. Domba jantan dan kambing
jantan dijelaskan oleh seorang santo sebagai berturut-turut merepresentasikan
Kerajaan Persia dan Kerajaan Yunani. Secara singkat dijelaskan bahwa kerajaan
Yunani dengan segera menggantikan kekaisaran Persia dan bahwa Kerajaan Yunani
terbagi dalam empat kerajaan, ini sebagaimana dikatakan dalam penglihatan
pertama.

Kedua, Tanduk yang berbicara menunjukkan bahwa orang yang
menghina dan mengubah hukum dan hari-hari suci tidak mungkin seorang pagan
(penyembah berhala), melainkan orang yang mengenal Tuhan dan secara sengaja
menyekutukan Dia dengan dua makhluk ciptaanNya. Aniochus tidak merusak agama
Yahudi dengan cara melembagakan Trinitas atau pluralitas Tuhan, juga tidak
mengubah Hukum Musa dan hari-hari rayanya.

Ketiga, sungguh
kekanak-kanakan kalau membesar-besarkan dan mementingkan peristiwa-peristiwa
lokal yang tidak berarti yang terjadi diantara raja rendahan di Syria dan kaum
Yahudi yang picik, untuk membandingkan kepala kaum Yahudi yang picik dengan
manusia agung yang menerima penghormatan dari jutaan malaikat dihadapan Yang
Maha Tinggi.
3. Juga sia-sia mengklaim kehormatan langit yang diberikan kepada Anak Manusia
ini sebagai kehormatan untuk Yesus. Ada dua alasan utama untuk meniadakan Yesus
dari kehormatan ini:

* Jika Yesus benar-benar manusia dan nabi, dan jika kita menganggap karyanya
berhasil atau gagal, maka sudah pasti ia jauh dibelakang Muhammad. Tetapi jika
ia diyakini sebagai yang ketiga dari Trinitas, maka Yesus sama sekali bukan dari
golongan manusia. Anda jatuh dalam sebuah dilema yang tidak dapat diambil jalan
keluarnya, karena bagaimanapun Barnasha tidak mungkin adalah Yesus.
* Jika Yesus diperintahkan untuk menghancurkan Binatang Keempat, maka tentulah
ia bukannya membayar pajak untuk mendapat hak memilih (poll-tax) ayau upeti
kepada Kaisar dan memasrahkan dirinya dipukuli atau dicemeti oleh Pilatus. Ia
seharusnya mengusir pasukan Romawi dari Palestina dan menyelamatkan
kaumnya.


6. Tidak pernah hidup diatas bumi ini seorang pangeran atau nabi seperti
Muhammad, yang termasuk anggota dinasti yang berkuasa selama sekitar 2500 tahun
dan benar-benar merdeka serta tidak pernah menundukkan kepalanya dibawah
penindasan asing. Mustahil membayangkan manusia lain yang begitu bermartabat dan
pantas seperti Muhammad untuk mendapat keagungan dan penghormatan yang luar
biasa sebagaimana yang digambarkan dalam penglihatan Daniel. Dan tidak lah heran
kalau nabi Daud memanggil Muhammad “Tuanku” (Mazmur 110:1).
7. Tidak heran kalau pada perjalanan malam (Mi’roj Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم) ke langit,
Muhammad diterima dengan penghormatan tertinggi oleh Yang Maha Kuasa dan diberi
kekuasaan untuk memberantas pemujaaan berhala dan si tanduk yang menghina Tuhan
dari negeri-negeri yang dijanjikan Tuhan kepada umatnya sebagai warisan
abadi.
8. Segi lain yang palin menakjubkan dalam penglihatan kenabian ini, menurut
keyakinan saya yang sederhana, adalah bahwa terlihatnya Anak Manusia diatas
awan, dan kehadirannya dihadapan Yang Maha Kuasa persis sama cerita Mi’roj
(perjalanan malam Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dari Bait Yerusalem ke sidrotul Muntaha). Dengan
kata lain, bagian kedua dari penglihatan Daniel diidentifikasi dengn peristiwa
Mi’roj Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Sesungguhnya ada beberapa indikasi baik dalam
bahasa Daniel maupun dalam Hadis yang membawa saya kepada keyakinan ini.
Al-Qur'an menyatakan bahwa selama perjalanan malam itu, Tuhan memperjalankan
hambaNya dari Masjid Haram di Mekkah ke Masjid al-Aqsha di Yerusalem. Dan dari
Yerusalem nabi berangkat ke langit Sidrotul Muntaha. Tuhan memberkati
daerah-daerah disekeliling bait itu, kemudian menjadi puing-puing, dan
menunjukkan kepadanya tanda-tandaNya (Daniel 9:17).

Diceritakan oleh
nabi suci bahwa Bait Yerusalem, ia memimpin dalam kapasitasnya sebagai imam
dalam melaksanakan sholat bersama-sama dengan para nabi yang mengikutinya. Lebih
jauh diceritakan bahwa dari Yerusalemlah beliau dinaikkan ke langit ke tujuh
dengan ditemani oleh roh-roh para nabi dan malaikat sampai beliau tiba dihadapan
Tuhan. Kerendahan hati nabi yang mencegah beliau untuk menceritakan semua yang
dilihatnya dan diterimanya dari Allah.

Nampaknya roh yang menafsirkan
penglihatan itu kepada Daniel bukanlah seorang malaikat, sebagaimana saya
katakan tanpa dipikir lagi ditempat lain, melainkan roh atau jiwa seorang nabi,
karena ia menyebut “Qaddish” (dalam jenis laki-laki) dan “Qaddush”
(4:10 dan 8:13), yang artinya santo atau orang suci –nama yang sangat lazim
untuk nabi dan orang suci. Betapa senangnya roh-roh suci para nabi dan para
syuhada yang telah disiksa oleh empat binatang buas itu, lebih-lebih ketika
mereka mengetahui hukuman mati dijatuhkan oleh Yang Maha Tinggi terhadap rejim
Trinitasnya Konstantin, dan nabi penutup diperintahkan untuk melenyapkan
kerajaan Tanduk (Romawi).

Juga harus diingat bahwa penglihatan ini
dilihat juga pada malam yang sama ketik berlangsung perjalanan sang Barnasha
dari Mekkah-Yerusalem-langit.

Berdasarkan kesaksian Daniel, kita sebagai
muslim harus mengakui bahwa perjalanan Muhammad dilakukan secara jasmaniah
–suatu hal yang tidak mustahil bagi Yang Maha Kuasa.

Paulus juga
menyebutkan sebuah penglihatan yang ia lihat empat belas tahun sebelumnya dari
seseorang yang telah ia angkat ke langit ketiga dan kemudian ke surga, dimana ia
mendengar dan menyaksikan kata-kata dan objek-objek yang tidak bisa dijelaskan.
Gereja dan ahli tafsirnya meyakini orang ini sebagai Paulus sendiri. Meskipun
bahasa itu sedemikian rupa memberikan kepada kita ide bahwa dia sendirilah orang
itu, namun karena kerendahan hati ia merahasiakannya agar ia tidak dianggap
orang sombong (2 Korintus 12:1-4).

Meskipun Al-Qur'an mengajarkan kita
bahwa rasul-rasul (murid) Yesus adalah orang suci dan bersemangat. Namun,
tulisan-tulisan mereka tidak bisa dipercaya, karena Gereja-gereja yang cekcok
dan saling berbantahan telah menjadikan tulisan-tulisan itu sebagai sasaran
berbagai penyisipan atau penambahan. Injil Barnabas menyatakan bahwa Paulus
kemudian jatuh kedalam kesalahan dan menyesatkan kaum beriman (Barnabas pasal
222).

Bahwa Paulus tidak mengungkapkan identitas orang yang dilihat
dalam penglihatan itu, dan bahwa kata-kata yang ia dengar di surga “tidak
terkatakan dan tidak seorang manusia pun boleh mengucapkannya”, menunjukkan
bahwa Paulus sendiri bukanlah orang yang dinaikkan ke surga. Mengatakan bahwa
Paulus, karena alasan kerendahan hati dan kesopanan, tidak memuji diri sendiri
adalah benar-benar kesalahan dalam menggambarkan siapa Paulus sebenarnya. Ia
menyombongkan diri telah memarahi St. Petrus secara terang-terangan, dan
surat-surat (epistle) yang ditulis penuh dengan ungkapan-ungkapan tentang
dirinya sendiri yang benar-benar menegaskan bahwa Paulus adalah bukan orang yang
rendah hati dan sopan.

Disamping itu, kita tahu dari tulisan-tulisannya
kepada orang Romawi dan Galatia betapa ia orang Yahudi yang menghinakan Hajar
dan bani Ismail. Manusia agung yang ia lihat dalam penglihatannya bisa jadi tak
lain adalah orang yang dilihat oleh Daniel. Muhammad lah yang ia lihat, dan
tidak berani melaporkan kata-kata yang tidak diucapkan kepadanya oleh Tuhan
karena disatu pihak ia takut pada orang Yahudi, dan dilain pihak menentang
dirinya sendiri karena telah mengagungkan dirinya sendiri sedemikian rupa dengan
salib dan yang disalib.

Sebagai kesimpulan, izinkanlah saya mengambil
teladan untuk umat nonMuslim dari penglihatan Daniel yang menakjubkan itu.
Hendaklah umat NonMuslim mencamkan pelajaran dari nasib empat binatang buas,
khususnya si Tanduk dan merenungkan bahwa Allah saja Tuhan Yang Sejati.

NUBUAT ISRA'MIRAJ

Rasulullah SAW telah ditentukan oleh Allah SWT, untuk menjadi juru selamat bagi umat manusia, dalam pengertian bahwa baginda akan membawa agama Islam yang diridlo'i oleh Allah SWT, agar manusia terhindar dari perbuatan-perbuatan dzolim dan munkar seperti yang dilakukan oleh umat sebelumnya, terutama Bani Israil.
 
Kedatangan Muhammad SAW sudah diramalkan oleh Yesus, dimana saat beliau ditanya oleh Rabbi Israel tentang Mesias. Yesus menubuatkan tentang akan hadirnya seorang Utusan Allah SWT, dimana pada masa hidupnya utusan Allah tersebut akan menemui Allah dan berada disisi(Arsy)-Nya. Kitan akan melihat betapa kuatnya nubuat tersebut yang ditiunjukan oleh ayat-ayat dalam Alkitab dan Al-Quran.
 
DALAM KONTEKS ISRA' MIRAJ

(Matius 26:63) Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya:
"Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak."
 
(Matius 26:64) Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku
berkata kepadamu, kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan
Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit."
 
Pada ayat diatas, Yesus menegaskan tentang seorang Utusan Allah SWT yang pada masa hidupnya akan diajak menemui Allah SWT.
 
(Yesaya 45:1) Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang
Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:
 
(Yesaya 45:2) Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi.
 
Seorang Mesiah, selalu akan diurapi oleh Allah, dan dalam ayat diatas sudah sangat jelas bahwa nabi yesaya menubuatkan tentang seorang dari bani quraisy(Koresh/Koresy) yang akan ditunjuk sebagai Al-Masih olrh Allah SWT.
 
Didalam Al-Quran dijelaskan tentang Muhammad SAW yang telah menemui Allah SWT seperti yang diramalkan/nubuatkan oleh Yesus dan Yesaya :
 
(Al Israa:1) Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

DALAM KONTEKS NAMA MUHAMMAD

Nama "Muhammad" untuk pertama kali digunakan diseluruh jazirah Arab oleh Rasulullah SAW. dimana sebelumnya, tidak umum bagi bani Quraisy menggunakan kata ini untuk diberikan sebagai nama buat anak. Muhammad berarti "Yang termulia" dimana didalamnya terdapat berisi suatu "Jiwa Kebenaran". Dalam ayat dibawah, akan kita temukan kata-kata ruh kebenaran dan kata-kata padanan dari yang termulia.
 
(Yohanes 14:16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
 
(Yohanes 14:26) tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
 
(Yohanes 15:26) Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
 
(Yohanes 16:7-14) Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa,
kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya
kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.
 
Siapa roh kebenaran? hanya muhammad yang memiliki arti Roh/Jiwa kebenaran dan yang mulia. Hal ini berbeda dengan Yesus yang memiliki Roh Kudus.
 
AYAT-AYAT LAIN TENTANG MUHAMMAD

Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." (Kejadian 26:3-5)
 
Ayat diatas sangat jelas mengatakan bahwa Allah SWT berkata untuk Nabi Islamil yang menjadi orang asing ditanah tempat beliau ditinggal oleh Ayahnya Ibrahim. Ismail inilah yang akan menjadi nenek moyang Muhammad SAW.
 
Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. (Kejadian 28:13-14)
 
" 'seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.’"
(Ulangan 18:18-19)
 
Apakah menurut kristen Yesus itu Nabi? bukan ! jadi siapa yang dimaksud dengan nabi dalam ayat diatas? hanya Muhammad SAW. Siapa yang mendapat wahyu yang ditaruh dalam mulutnya (Iqraa!) hanya Muhammad.
 
Siapakah yang naik ke sorga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu! (Amsal 30:4)
 
Siapa yang naik ke sorga lalu turun? Muhammad(Isra Miraj).
Siapa yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnnya? pengertian ini berarti telah menjadi penguasa sebuah bangsa. Sipa dia? Muhammad.
Siapa yang telah membungkus air dengan kain? Air selalu dihubungkan dengan rahmat, Al-quran juga rahmat dari Allah SWT. Jadi siap yang membawa rahmat Illahi ini? Muhammad.
Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Pertanyaan ini sudah sangat jelas, hanya Muhammad-lah yang memiliki anak. 
 
"Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa
yang Kusebut milik-Ku," demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini. (Amos 9:11)
 
Nabi Sulaiman membuat tempat peribadatan yang disebut Haikal Sulaiman atas permintaan ayahnya yakni nabi Daud, inilah yang disebut pondok Daud.
 
Apakah Yesus telah mendirikan pondok Daud yang telah roboh? atau apakah Umat setelah Yesus mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh? Tidak!
Hanya umat Muhammad-lah yang telah mendirikan pondok Daud yang telah roboh. Dan sekarang disana berdiri Masjidil Al-Aqsha.
 
"Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam. (Hagai 2:6-7,9)
 
"Rumah ini dengan kemegahan", dimana itu? Ka'bah yang berada dalam sebuah mesjid yang megah "Masjidil Al-Haram".
Negara mana yang dibanjiri produk segala bangsa? dari mulai pertanian hingga pesawat udara? Arab Saudi tempat dimana Ka'bah itu berada.
 
NUBUAT YESUS YG TIDAK TERBUKTI

"bintang terbit dari Yakub; dan dari Yakub akan timbul seorang penguasa, yang akan membinasakan orang-orang yang melarikan diri dari kota." Ketika ia melihat orang Amalek, diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Yang pertama di antara bangsa-bangsa ialah Amalek, tetapi akhirnya ia akan sampai kepada
kebinasaan." (Bilangan 24:19-20)
 
Apakah terbukti bahwa Yesus menjadi seorang penguasa dan membinasakan orang-orang Romawi? Tidak!
 
Wassalam,