Sabtu, 26 Mei 2012

Default Manuskrip : Nubuat Terjadinya Perang Dunia, Runtuhnya Saddam, Imam Mah


Ada sebuah manuskrip langka dari Abad ke 2 H yang ditulis oleh salah seorang Tabi’at – Tabi’in yang berasal dari Syam. Manuskrip ini tersimpan di perpustakaan Turki di Istanbul dan ditulis ulang oleh beberapa peneliti.
Manuskrip ini berjudul “ Salam wa Harb fi Akhir Zaman ar Rabb “.
Dalam sebagian manuskrip tersebut termuat nubuat tentang terjadinya Perang Dunia I, Perang Dunia II, kejatuhan Saddam Hussein, serta kejadian sesudahnya, yaitu munculnya Imam Mahdi, Terjadinya Armageddon serta hancurnya Yahudi.
Kutipan sesuai terjemahan aslinya sebagai berikut :

“ Perang akhir zaman adalah Perang Dunia, yakni kali ketiga sesudah dua perang besar sebelumnya. Banyak sekali yang mati di dalamnya. Perang dikobarkan oleh seorang laki-laki yang merupakan kucing besar di negeri gelas dan mahkota di kepala…….*sementara Perang Kedua dikobarkan oleh seorang laki-laki yang nama panggilannya adalah Tuan Besar dan seluruh dunia memanggilnya Hitler………**”
Kalimat di atas adalah bagian dari riwayat yang disampaikan oleh Abu Hurairah, Ibn Abbas, dan Ali Bin Abi Thalib. Kemudian dalam sebuah riwayat yang tida berani disampaikannya semasa hidupnya, Abu Hurairah – ketika hamper tiba saat kematiannya – berkata kepada orang-orang di sekitarnya : ‘ ( Riwayat itu berkaitan dengan berita yang kuketahui tentang keadaan perang akhir zaman. ‘ Mereka berkata, ‘ Sampaikanlah kepada kami. Tidak apa-apa, dan semoga Allah memberimu balasan dengan kebaikan.’
Maka Abu Hurairah pun berkata : “ Dalam rangkaian ( hitungan ) Hijrah sesudah seribu tiga ratus ( tahun ), dan mereka mengikat perjanjian yang disitu Raja Roma melihat bahwa perang semesta dunia pasti terjadi. Allah menghendaki terjadinya perang. Dan waktu tidak berjalan tanpa perjanjian dan perjanjian. Lalu berkuasalah seorang laki-laki dari negeri yang bernama JIRMAN, bernama Al-HIRR. Ia ingin menguasai seluruh dunia. Memerangi semua bangsa di negeri-negeri salju dan kebaikan. Ia bergerak dengan murka Allah sesudah beberapa tahun api (menyala). Ia ingin membunuh rahasia Ar-RUSY atau Ar –RUS.***
Dalam rangkaian Hijrah sesudah seribu tiga ratus ( tahun ), terhitung lima atau enam, Mesir diperintah oleh seorang laki-laki yang dipanggil dengan “ NASHIR “ yang disebut bangsa Arab sebagai “ Sang Pemberani dari Mesir “ Allah membuatnya hina dalam perang dan perang, dan ia tidak memperoleh kemenangan. Kemudian Allah menghendaki Mesir memperoleh kemenangan di bulan-bulan yang mereka cintai, dan itu adalah untuk-Nya. Mesir diterima sebagai pemelihara al Bait dan Arab, dengan seorang laki-laki bersama SADA, ayahnya ANWAR. Akan tetapi ia berdamai dengan pencuri Masjid Al Aqsa di negeri Al-Hazin.
Di Irak muncul seorang lai-laki yang bertindak sewenang-wenang…… dan…….****Sufyani.
Di salah satu matanya terdapat tanda sedikit kemalasan. Namanya Ash-SHADDAM, yakni penghancur orang-orang yang bersekutu untuk menentangnya di Kuwait kecil yang dimasukinya. Ia adalah MAHDUN. Tidak ada kebaikan bagi SUFYANi kecuali dengan Islam. Ia baik dan buruk, dan kecelakaan bagi pengkhianat Al-MAHDI yang terpercaya.
Dalam rangkaian Hijrah seribu empat ratus ( tahun ) dan hitungan dua atau tiga…….*****Al-MAHDI Al AMIN keluar dan memerangi seluruh dunia dan menghimpun orang-orang sesat dan dimurkai Tuhan, dan orang-orang yang terseret dalam kemunafikan di bumi ISra’ dan Miraj di tepi bukit MAJIDUN.
Dalam perang itu keluar seorang ratu dunia, pelaku maker dan pelacur. Namanya AMIRIKA. Ia menggoda dunia waktu itu dalam kesesatan dan kekafiran. Sementara itu Yahudi dunia saat itu berada di tempat yang paling tinggi. Mereka menguasai seluruh Al QUDS dan Al MADINAH Al MUQADDASAH ( Kota yang disucikan ).
Semua negeri datang dari laut dan udara, kecuali negeri salju yang menakutkan dan negeri panas yang menakutkan. Al MAHDI melihat bahwa seluruh dunia melakukan makar buruk kepada dirinya dan ia melihat bahwa makar Allah lebih hebat lagi. Ia melihat bahwa seluruh alam Tuhan berada dalam kekuasaannya. Akhir dari perang itu ada di tangannya, dan seluruh dunia merupakan pohon yang dimilikinya dari dahan hingga ranting-rantingnya. Di tanah Isra’ dan Mi’raj terjadi perang dunia yang disitu Al Mahdi memberi peringatan kepada orang-orang kafir bila mereka tidak mau keluar. Maka orang-orang kafir dunia berkumpul untuk memerangi Al Mahdi dalam pasukan sangat besar yang belum pernah dilihat sebelumnya. Dalam kelompok kekuatan Yahudi Al KHAZAR dan Bani Israel masih terdapat pasukan lain yang tidak diketahui jumlahnya. Al Mahdi melihat bahwa siksa Allah sangat mengerikan dan bahwa janji Allah benar-benar telah dating dan tidak diakhirkan lagi. Kemudian Allah melempari mereka dengan lemparan yang dahsyat. Bumi, lautan dan langit terbakar, untuk mereka, dan langit menurunkan hujan yang sangat buruk. Seluruh penduduk bumi mengutuk orang kafir dunia, dan Allah mengizinkan lenyapnya seluruh orang kafir di Perang DAJJAL, dan perangnya terjadi di negeri Syam dan kejahatan………”
Wallahu ‘alam.
‘* dibagian ini banyak kalimat dihapus
‘** Perhatikan mauskrip itu mengemukakan nama seperti yang sudah didengar pada masa Nabi saw tanpa membubuhkan titik.
‘*** Ada keraguan pada perawi ( tentang nama Ar RUSY atau Ar RUS)
‘**** Ditemukan dua atau tiga kalimat dihapus
‘***** Dan disini mengandung pengertian yang lain tapi terhapus manuskrinya.


sumber ; ZILZAAL: Manuskrip : Nubuat Terjadinya Perang Dunia, Runtuhnya Saddam, Imam Mahdi dan Hancurnya……dan Dajjal.

isra' mi'raj dalam alkitab II

Dalam artikel ini, marilah kita mengikuti kajian kita dengan
sabar mengenai BARNASHA atau “sang Anak Manusia” yang dinaikkan ke atas awan
menuju Yang Maha Tinggi, kepada siapa diberikan Sultaneh (Sholtana
dalam teks aslinya yakni “dominion” atau kerajaan), kehormatan, dan ditugaskan
untuk menghancurkan dan melenyapkan Kerajaan Si Tanduk yang mengerikan.


Sekarang marilah kita segera beralih mencari identitas Barnasha ini.


Sebelum mengetahui siapa Anak Manusia ini, sebaiknya kita
mempertimbangkan terlebih dahulu poin-poin dan observasi berikut :


1. Ketika semua nabi-nabi keturunan Israel meramalkan bahwa “semua bangsa dan
penduduk bumi akan melayaninya (yakni Anak Manusia/Barnasha) maka kita mesti
memahami bahwa yang dimaksud adalah bangsa-bangsa yang disebutkan dalam Kitab
Kejadian 15:18-21, dan bukan bangsa Inggris, Perancis, atau Cina.
2. Ungkapan “orang-orang suci Yang Maha Tinggi” dipahami artinya pertama kaum
Yahudi dan kemudian Kaum Kristen yang mengakuan keesaan Tuhan yang mutlak,
berjuang dan menderita untuk itu sampai munculnya sang Barnasha dan hancurnya
Kerajaan Tanduk atau Kerajaan Binatang keempat.
3. Setelah penghancuran kerajaan Tanduk, maka bangsa-bangsa yang akan melayani
para santo (orang kudus) adalah bangsa Khaldea, Medo-Persia, Yunani, dan Romawi
(empat binatang buas yang digambarkan oleh Daniel pasal 7).
4. Memang luar biasa menyadari fakta penting bahwa Tuhan sering memperkenankan
musuh-musuh agamaNya yang benar untuk menaklukan dan menyiksa umatNya karena dua
tujuan: Pertama, karena Dia hendak menghukum umatNya oleh sebab bergelimang
dosa. Kedua, karena Dia ingin menguji kesabaran dan membuktikan keimanan
umatNya. Tuhan sendiri pada waktunya akan mengintervensi atas nama kaum beriman
apabila eksistensi mereka berada di ujung tiangnya.

Sungguh saat yang
mengerikan dan paling kritis bagi kaum Muslim ketika kekuatan yang bersekutu
berada di Konstantinopel selama tahun-tahun gencatan senjata yang mengerikan
itu. Persiapan besar-besaran dilakukan oleh bangsa Yunani untuk mengambil alih
Masjid Aya Sophia. Ketika Patriarch Yunani dari Konstantinopel berangkat ke
London dengan membawa jubah patriarkhal kuno yang indah dan bertahta mutiara dan
permata untuk Uskup Agung Canterbury, yang sangat menganjurkan dilakukannya
restorasi Konstantinopel dan gedung megah St. Sophia kepada Yunani.

Pada
hari Isro dan Mi’roj, gedung sakral itu penuh sesak dengan orang-orang beriman
yang berdo’a agar Allah Yang Maha Kuasa membebaskan Turki dan khususnya masjid
itu dari orang-orang yang akan mengisinya dengan patung-patung dan gambar-gambar
Yesus dan Maria, yang sangat tidak pantas diletakkan di rumah
Tuhan.

Dalam kaitannya dengan mantel atau jubah patriarkhal itu, saya
menulis sebuah artikel dalam koran Turki al-Aqsham, yang menunjukkan adanya
perpecahan antara Gereja Ortodok Yunani dan Gereja Anglikan Protestan. Saya
mengatakan bahwa jubah itu tidak dimaksudkan sebagai pallium (jubah kebesaran
untuk Paus dan diberikan olehnya kepada Uskup Agung dan kadang-kadang kepada
Uskup. Disebut juga “pall “) pentasbihan dan pengakuan ordo Anglikan, dan bahwa
reuni diantara dua Gereja tidak dapat diwujudkan kalau salah satu pihak tidak
menolak dan menanggalkan beberapa pasal keimanan yang dianggap bid’ah dan
keliru. Saya juga menyatakan bahwa jubah itu adalah sogokan diplomatik atas nama
negeri Yunani dan Gerejanya. Artikel tersebut diakhiri dengan tulisan sebagai
berikut:

”Semuanya tergantung pada karamah dan keajaiban yang diharapkan
muncul dari Bakhshish jubah kepausan ini”.

Hasilnya sudah terlalu pada
tahu untuk diulang disini. Cukuplah dengan mengatakan bahwa sang patriarch
meninggal di Inggris, dan Yang Maha Kuasa mengirim Barnasha untuk menghancurkan
tanduk dan mengusir pasukan Romawi dari timur, memunculkan Mustafa Kemal
(Presiden Turki Sekuler pertama yang menggusur Daulah Usmaniah. Ia adalah
keturunan Yahudi) yang menyelamatkan negeri Turki dan memulihkan “kehormatan
Islam”.
5. Harus dicatat bahwa bangsa Yahudi adalah umat pilihan Tuhan sampai kenabian
Yesus. Di mata muslim, baik Yahudi maupun Kristen tidak berhak untuk mengklaim
gelar “orang-orang suci Yang Maha Tinggi”, karena umat Yahudi sama sekali
menolak Yesus, sedangkan umat Kristen menghina Yesus dengan menuhankannya.
Selain itu, dua-duanya sama sekali tidak patut mendapat gelar itu karena
penolakan mereka untuk mengakui Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم sebagai nabi terakhir yang menutup
daftar para nabi.

Sekarang marilah kita melanjutkan pemuktian bahwa
Barnasha (anak manusia) yang dinubuatkan oleh Perjanjian Lama dan diberi
kekuatan untuk menghancurkan kerajaan Bintang keempat (Romawi) adalah Muhamamd.
Apapun alasan Anda yang mencabut gelar “Anak Manusia” pada diri Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم,
maka Anda hanya akan membuat diri Anda seperti orang gila, dikarenakan alasan
berikut:

1. Kita tahu bahwa agama Yahudi maupun Kristen tidak mempunyai nama tertentu
untuk keyakinan dan sistemnya. Artinya baik kaum Yahudi maupun Kristen tidak
mempunyai nama spesial untuk doktrin keyakinan mereka. “Yudaisme” dan
“Kristianitas” adalah nama yang tidak berdasarkan kitab suci juga tidak disahkan
oleh Tuhan ataupun pendiri agama itu!

Sesungguhnya sebuah agama, jika
benar, tidak bisa diberi nama menurut pendiri keduanya, karena pengarang dan
pendiri sejati dari sebuah agama yang benar adalah Tuhan. Dan bukan seorang
nabi.

Nah kata benda nama diri untuk hukum, keimanan, dan praktek ibadah
sebagaimana difirmankan Allah kepada Muhammad adalah “Islam”,. Yang artinya
“menciptakan kedamaian” antara Tuhan Sang Pencipta, manusia, dan alam semesta.
“Muhamadanisme” bukanlah sebutan yang tepat untuk Islam. Karena Muhammad
sendiri, seperti nabi Ibrahim dan semua nabi-nabi yang lain adalah seorang
muslim, dan bukan agama Muhamadanisme, Yudaisme, apalagi Kristiani.

Islam
adalah “pengadilan perdamaian”, karena ia memiliki kitab hukum otentik dengan
mana keadilan dijalankan dan ketidakadilan dihukum. Kebenaran dihormati dan
kesalahan dikutuk. Dan yang terpenting keesaan Tuhan, pahala yang kekal untuk
perbuatan jahat dengan jelas dinyatakan dan ditetapkan.

Dalam bahasa
Inggris, seorang hakim disebut “justice of peace” , artinya “hakim perdamaian”.
Nah ini meniru hakim muslim yang menyelesaikan suatu sengketa dengan menghukum
orang bersalah dan memberi pahala orang yang benar, sehingga memulihkan
kedamaian. Inilah Islam dan Hukum al-Qur’an. Bukan Kristen dengan Biblenya,
karena Kristen secara mutlak melarang seseorang mengadu kepada seorang hakim,
betapa pun tidak bersalah dan zalimnya dia (Matius 5:25-26).
2. “Anak Manusia” atau Barnasha itu pastilah Muhammad. Karena ia datang setelah
Konstantin. Dan tidak sebelumnya sebagaimana Yesus atau nabi lainnya.


Tidak ada yang lebih bodoh daripada pendapat bahwa Yudas sang Maccabaeus
adalah Barnasha yang berada diatas awan, dan si Tanduk adalah Antiochus. Diduga
keras bahwa -jika saya tidak salah – Antiochus setelah menodai Bait Yerusalem,
hidup hanya tiga setengah tahun –atau tiga setengah hari- yang pada akhirnya ia
lenyap.

Pertama kita tahu bahwa Antiochus adalah pengganti
Alexander Yang Agung dan raja Syria. Konsekuensinya, adalah satu dari empat
kepala singa bersayap dan bukan Tanduk kesebelas dari empat binatang buas
tersebut.

Pada pasal kedelapan kitab Daniel. Domba jantan dan kambing
jantan dijelaskan oleh seorang santo sebagai berturut-turut merepresentasikan
Kerajaan Persia dan Kerajaan Yunani. Secara singkat dijelaskan bahwa kerajaan
Yunani dengan segera menggantikan kekaisaran Persia dan bahwa Kerajaan Yunani
terbagi dalam empat kerajaan, ini sebagaimana dikatakan dalam penglihatan
pertama.

Kedua, Tanduk yang berbicara menunjukkan bahwa orang yang
menghina dan mengubah hukum dan hari-hari suci tidak mungkin seorang pagan
(penyembah berhala), melainkan orang yang mengenal Tuhan dan secara sengaja
menyekutukan Dia dengan dua makhluk ciptaanNya. Aniochus tidak merusak agama
Yahudi dengan cara melembagakan Trinitas atau pluralitas Tuhan, juga tidak
mengubah Hukum Musa dan hari-hari rayanya.

Ketiga, sungguh
kekanak-kanakan kalau membesar-besarkan dan mementingkan peristiwa-peristiwa
lokal yang tidak berarti yang terjadi diantara raja rendahan di Syria dan kaum
Yahudi yang picik, untuk membandingkan kepala kaum Yahudi yang picik dengan
manusia agung yang menerima penghormatan dari jutaan malaikat dihadapan Yang
Maha Tinggi.
3. Juga sia-sia mengklaim kehormatan langit yang diberikan kepada Anak Manusia
ini sebagai kehormatan untuk Yesus. Ada dua alasan utama untuk meniadakan Yesus
dari kehormatan ini:

* Jika Yesus benar-benar manusia dan nabi, dan jika kita menganggap karyanya
berhasil atau gagal, maka sudah pasti ia jauh dibelakang Muhammad. Tetapi jika
ia diyakini sebagai yang ketiga dari Trinitas, maka Yesus sama sekali bukan dari
golongan manusia. Anda jatuh dalam sebuah dilema yang tidak dapat diambil jalan
keluarnya, karena bagaimanapun Barnasha tidak mungkin adalah Yesus.
* Jika Yesus diperintahkan untuk menghancurkan Binatang Keempat, maka tentulah
ia bukannya membayar pajak untuk mendapat hak memilih (poll-tax) ayau upeti
kepada Kaisar dan memasrahkan dirinya dipukuli atau dicemeti oleh Pilatus. Ia
seharusnya mengusir pasukan Romawi dari Palestina dan menyelamatkan
kaumnya.


6. Tidak pernah hidup diatas bumi ini seorang pangeran atau nabi seperti
Muhammad, yang termasuk anggota dinasti yang berkuasa selama sekitar 2500 tahun
dan benar-benar merdeka serta tidak pernah menundukkan kepalanya dibawah
penindasan asing. Mustahil membayangkan manusia lain yang begitu bermartabat dan
pantas seperti Muhammad untuk mendapat keagungan dan penghormatan yang luar
biasa sebagaimana yang digambarkan dalam penglihatan Daniel. Dan tidak lah heran
kalau nabi Daud memanggil Muhammad “Tuanku” (Mazmur 110:1).
7. Tidak heran kalau pada perjalanan malam (Mi’roj Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم) ke langit,
Muhammad diterima dengan penghormatan tertinggi oleh Yang Maha Kuasa dan diberi
kekuasaan untuk memberantas pemujaaan berhala dan si tanduk yang menghina Tuhan
dari negeri-negeri yang dijanjikan Tuhan kepada umatnya sebagai warisan
abadi.
8. Segi lain yang palin menakjubkan dalam penglihatan kenabian ini, menurut
keyakinan saya yang sederhana, adalah bahwa terlihatnya Anak Manusia diatas
awan, dan kehadirannya dihadapan Yang Maha Kuasa persis sama cerita Mi’roj
(perjalanan malam Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dari Bait Yerusalem ke sidrotul Muntaha). Dengan
kata lain, bagian kedua dari penglihatan Daniel diidentifikasi dengn peristiwa
Mi’roj Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Sesungguhnya ada beberapa indikasi baik dalam
bahasa Daniel maupun dalam Hadis yang membawa saya kepada keyakinan ini.
Al-Qur'an menyatakan bahwa selama perjalanan malam itu, Tuhan memperjalankan
hambaNya dari Masjid Haram di Mekkah ke Masjid al-Aqsha di Yerusalem. Dan dari
Yerusalem nabi berangkat ke langit Sidrotul Muntaha. Tuhan memberkati
daerah-daerah disekeliling bait itu, kemudian menjadi puing-puing, dan
menunjukkan kepadanya tanda-tandaNya (Daniel 9:17).

Diceritakan oleh
nabi suci bahwa Bait Yerusalem, ia memimpin dalam kapasitasnya sebagai imam
dalam melaksanakan sholat bersama-sama dengan para nabi yang mengikutinya. Lebih
jauh diceritakan bahwa dari Yerusalemlah beliau dinaikkan ke langit ke tujuh
dengan ditemani oleh roh-roh para nabi dan malaikat sampai beliau tiba dihadapan
Tuhan. Kerendahan hati nabi yang mencegah beliau untuk menceritakan semua yang
dilihatnya dan diterimanya dari Allah.

Nampaknya roh yang menafsirkan
penglihatan itu kepada Daniel bukanlah seorang malaikat, sebagaimana saya
katakan tanpa dipikir lagi ditempat lain, melainkan roh atau jiwa seorang nabi,
karena ia menyebut “Qaddish” (dalam jenis laki-laki) dan “Qaddush”
(4:10 dan 8:13), yang artinya santo atau orang suci –nama yang sangat lazim
untuk nabi dan orang suci. Betapa senangnya roh-roh suci para nabi dan para
syuhada yang telah disiksa oleh empat binatang buas itu, lebih-lebih ketika
mereka mengetahui hukuman mati dijatuhkan oleh Yang Maha Tinggi terhadap rejim
Trinitasnya Konstantin, dan nabi penutup diperintahkan untuk melenyapkan
kerajaan Tanduk (Romawi).

Juga harus diingat bahwa penglihatan ini
dilihat juga pada malam yang sama ketik berlangsung perjalanan sang Barnasha
dari Mekkah-Yerusalem-langit.

Berdasarkan kesaksian Daniel, kita sebagai
muslim harus mengakui bahwa perjalanan Muhammad dilakukan secara jasmaniah
–suatu hal yang tidak mustahil bagi Yang Maha Kuasa.

Paulus juga
menyebutkan sebuah penglihatan yang ia lihat empat belas tahun sebelumnya dari
seseorang yang telah ia angkat ke langit ketiga dan kemudian ke surga, dimana ia
mendengar dan menyaksikan kata-kata dan objek-objek yang tidak bisa dijelaskan.
Gereja dan ahli tafsirnya meyakini orang ini sebagai Paulus sendiri. Meskipun
bahasa itu sedemikian rupa memberikan kepada kita ide bahwa dia sendirilah orang
itu, namun karena kerendahan hati ia merahasiakannya agar ia tidak dianggap
orang sombong (2 Korintus 12:1-4).

Meskipun Al-Qur'an mengajarkan kita
bahwa rasul-rasul (murid) Yesus adalah orang suci dan bersemangat. Namun,
tulisan-tulisan mereka tidak bisa dipercaya, karena Gereja-gereja yang cekcok
dan saling berbantahan telah menjadikan tulisan-tulisan itu sebagai sasaran
berbagai penyisipan atau penambahan. Injil Barnabas menyatakan bahwa Paulus
kemudian jatuh kedalam kesalahan dan menyesatkan kaum beriman (Barnabas pasal
222).

Bahwa Paulus tidak mengungkapkan identitas orang yang dilihat
dalam penglihatan itu, dan bahwa kata-kata yang ia dengar di surga “tidak
terkatakan dan tidak seorang manusia pun boleh mengucapkannya”, menunjukkan
bahwa Paulus sendiri bukanlah orang yang dinaikkan ke surga. Mengatakan bahwa
Paulus, karena alasan kerendahan hati dan kesopanan, tidak memuji diri sendiri
adalah benar-benar kesalahan dalam menggambarkan siapa Paulus sebenarnya. Ia
menyombongkan diri telah memarahi St. Petrus secara terang-terangan, dan
surat-surat (epistle) yang ditulis penuh dengan ungkapan-ungkapan tentang
dirinya sendiri yang benar-benar menegaskan bahwa Paulus adalah bukan orang yang
rendah hati dan sopan.

Disamping itu, kita tahu dari tulisan-tulisannya
kepada orang Romawi dan Galatia betapa ia orang Yahudi yang menghinakan Hajar
dan bani Ismail. Manusia agung yang ia lihat dalam penglihatannya bisa jadi tak
lain adalah orang yang dilihat oleh Daniel. Muhammad lah yang ia lihat, dan
tidak berani melaporkan kata-kata yang tidak diucapkan kepadanya oleh Tuhan
karena disatu pihak ia takut pada orang Yahudi, dan dilain pihak menentang
dirinya sendiri karena telah mengagungkan dirinya sendiri sedemikian rupa dengan
salib dan yang disalib.

Sebagai kesimpulan, izinkanlah saya mengambil
teladan untuk umat nonMuslim dari penglihatan Daniel yang menakjubkan itu.
Hendaklah umat NonMuslim mencamkan pelajaran dari nasib empat binatang buas,
khususnya si Tanduk dan merenungkan bahwa Allah saja Tuhan Yang Sejati.

NUBUAT ISRA'MIRAJ

Rasulullah SAW telah ditentukan oleh Allah SWT, untuk menjadi juru selamat bagi umat manusia, dalam pengertian bahwa baginda akan membawa agama Islam yang diridlo'i oleh Allah SWT, agar manusia terhindar dari perbuatan-perbuatan dzolim dan munkar seperti yang dilakukan oleh umat sebelumnya, terutama Bani Israil.
 
Kedatangan Muhammad SAW sudah diramalkan oleh Yesus, dimana saat beliau ditanya oleh Rabbi Israel tentang Mesias. Yesus menubuatkan tentang akan hadirnya seorang Utusan Allah SWT, dimana pada masa hidupnya utusan Allah tersebut akan menemui Allah dan berada disisi(Arsy)-Nya. Kitan akan melihat betapa kuatnya nubuat tersebut yang ditiunjukan oleh ayat-ayat dalam Alkitab dan Al-Quran.
 
DALAM KONTEKS ISRA' MIRAJ

(Matius 26:63) Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya:
"Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak."
 
(Matius 26:64) Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku
berkata kepadamu, kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan
Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit."
 
Pada ayat diatas, Yesus menegaskan tentang seorang Utusan Allah SWT yang pada masa hidupnya akan diajak menemui Allah SWT.
 
(Yesaya 45:1) Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang
Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:
 
(Yesaya 45:2) Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi.
 
Seorang Mesiah, selalu akan diurapi oleh Allah, dan dalam ayat diatas sudah sangat jelas bahwa nabi yesaya menubuatkan tentang seorang dari bani quraisy(Koresh/Koresy) yang akan ditunjuk sebagai Al-Masih olrh Allah SWT.
 
Didalam Al-Quran dijelaskan tentang Muhammad SAW yang telah menemui Allah SWT seperti yang diramalkan/nubuatkan oleh Yesus dan Yesaya :
 
(Al Israa:1) Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

DALAM KONTEKS NAMA MUHAMMAD

Nama "Muhammad" untuk pertama kali digunakan diseluruh jazirah Arab oleh Rasulullah SAW. dimana sebelumnya, tidak umum bagi bani Quraisy menggunakan kata ini untuk diberikan sebagai nama buat anak. Muhammad berarti "Yang termulia" dimana didalamnya terdapat berisi suatu "Jiwa Kebenaran". Dalam ayat dibawah, akan kita temukan kata-kata ruh kebenaran dan kata-kata padanan dari yang termulia.
 
(Yohanes 14:16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
 
(Yohanes 14:26) tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
 
(Yohanes 15:26) Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
 
(Yohanes 16:7-14) Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa,
kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya
kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.
 
Siapa roh kebenaran? hanya muhammad yang memiliki arti Roh/Jiwa kebenaran dan yang mulia. Hal ini berbeda dengan Yesus yang memiliki Roh Kudus.
 
AYAT-AYAT LAIN TENTANG MUHAMMAD

Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku." (Kejadian 26:3-5)
 
Ayat diatas sangat jelas mengatakan bahwa Allah SWT berkata untuk Nabi Islamil yang menjadi orang asing ditanah tempat beliau ditinggal oleh Ayahnya Ibrahim. Ismail inilah yang akan menjadi nenek moyang Muhammad SAW.
 
Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. (Kejadian 28:13-14)
 
" 'seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.’"
(Ulangan 18:18-19)
 
Apakah menurut kristen Yesus itu Nabi? bukan ! jadi siapa yang dimaksud dengan nabi dalam ayat diatas? hanya Muhammad SAW. Siapa yang mendapat wahyu yang ditaruh dalam mulutnya (Iqraa!) hanya Muhammad.
 
Siapakah yang naik ke sorga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu! (Amsal 30:4)
 
Siapa yang naik ke sorga lalu turun? Muhammad(Isra Miraj).
Siapa yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnnya? pengertian ini berarti telah menjadi penguasa sebuah bangsa. Sipa dia? Muhammad.
Siapa yang telah membungkus air dengan kain? Air selalu dihubungkan dengan rahmat, Al-quran juga rahmat dari Allah SWT. Jadi siap yang membawa rahmat Illahi ini? Muhammad.
Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Pertanyaan ini sudah sangat jelas, hanya Muhammad-lah yang memiliki anak. 
 
"Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa
yang Kusebut milik-Ku," demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini. (Amos 9:11)
 
Nabi Sulaiman membuat tempat peribadatan yang disebut Haikal Sulaiman atas permintaan ayahnya yakni nabi Daud, inilah yang disebut pondok Daud.
 
Apakah Yesus telah mendirikan pondok Daud yang telah roboh? atau apakah Umat setelah Yesus mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh? Tidak!
Hanya umat Muhammad-lah yang telah mendirikan pondok Daud yang telah roboh. Dan sekarang disana berdiri Masjidil Al-Aqsha.
 
"Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam. (Hagai 2:6-7,9)
 
"Rumah ini dengan kemegahan", dimana itu? Ka'bah yang berada dalam sebuah mesjid yang megah "Masjidil Al-Haram".
Negara mana yang dibanjiri produk segala bangsa? dari mulai pertanian hingga pesawat udara? Arab Saudi tempat dimana Ka'bah itu berada.
 
NUBUAT YESUS YG TIDAK TERBUKTI

"bintang terbit dari Yakub; dan dari Yakub akan timbul seorang penguasa, yang akan membinasakan orang-orang yang melarikan diri dari kota." Ketika ia melihat orang Amalek, diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Yang pertama di antara bangsa-bangsa ialah Amalek, tetapi akhirnya ia akan sampai kepada
kebinasaan." (Bilangan 24:19-20)
 
Apakah terbukti bahwa Yesus menjadi seorang penguasa dan membinasakan orang-orang Romawi? Tidak!
 
Wassalam,

Jumat, 25 Mei 2012

Setelah Meneliti Bible, Ada Bukti Keselamatan Yesus Dari Penyaliban?


Penyaliban adalah inti keimanan Kristiani,Bagi Kristiani, penyaliban adalah jalan keselamatan satu-satunya dalam memperoleh hidup yang kekal.
Dogma penebusan dosa melalui penyaliban tercipta berdasarkan adanya keyakinan terhadap dosa waris yang semuanya diciptakan oleh oknum yang sama, Paulus dari Tarsus. Disini kita tidak akan membahas mengenai kepalsuan dogma penebusan dosa ataupun dosa waris, tapi kita akan menguak kepalsuan kematian Yesus diatas kayu salib melalui persepsi Bible sendiri, dengan kata lain, akan kita buktikan bersama bahwa Yesus tidak mati diatas kayu salib berdasarkan Bible!
Kronologis kejadian dari Bible sendiri yang akan kami paparkan berikut mengenai peristiwa dugaan kematian Yesus dalam penyaliban sebelum dan sesudahnya akan membuktikan kebenaran tersebut.
Persiapan Untuk Jihad
Yesus sebelumnya telah mengetahui akan rencana Yahudi untuk menangkap dan membunuhnya, hal tersebut telah diucapkannya dengan menubuatkan Yudas yang akan menyerahkannya. Hal yang menjadi sorotan adalah bahwa Yesus tidak mau hanya duduk dan menunggu ditangkap oleh kaum Yahudi. Dia menyiapkan murid-muridnya akan adanya bentrokan dan pertikaian, dan persiapan akan senjata adalah hal yang diperlukan.
Lukas 22:35-36
22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?”
22:36 Jawab mereka: “Suatu pun tidak.” Kata-Nya kepada mereka: “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.
Ini adalah persiapan untuk perang, untuk melakukan Jihad! Murid-muridnya telah dipersenjatai. Mereka telah mempunyai gambaran hal yang akan terjadi selanjutnya. Mereka tidak mau menyerah bergitu saja dijadikan bulan-bulanan kaum Yahudi tanpa adanya perlawanan yang berarti.
Lukas 22:38 Kata mereka: “Tuan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.”
Senjata telah siap, perlawanan akan dilakukan. Kristiani sering memberikan asumsi bahwa pedang yang dimaksud Yesus adalah pedang roh. Entah apa maksud dari pedang roh tersebut, namun jika yang dimaksud tersebut adalah pedang roh, lalu jubah apa yang dimaksud untuk dijual Yesus? Jubah roh? Apa pula maksud dari dua pedang yang telah murid-muridnya siapkan? Dan yang terpenting, pedang roh tentu tidak akan dapat memutuskan telinga seorang hamba Imam Besar.
Matius 26:51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.
Dalam hal ini Yesus sama sekali tidak membicarakan tentang pedang roh, satu-satunya pedang yang dimaksud Yesus tersebut adalah pedang untuk melukai, untuk melakukan perlawanan, untuk membela diri.
Hal yang seharusnya menjadi pertanyaan, jika saat itu Yesus ingin melakukan perang, mengapa dua pasang pedang saja sudah cukup? Hal ini dapat dimengerti bahwa Yesus belum tahu kondisi diluar jangkauannya mengenai seberapa besar pasukan Romawi yang akan menangkapnya, Yesus tidak bermaksud melakukan pertumpahan darah besar-besaran dengan tentara Romawi, dia hanya ingin menunjukkan bahwa dia bukanlah mangsa yang dapat ditangkap dengan mudah. Alasan lain yang dapat dijadikan patokan adalah masalah keuangan yang tidak memungkinkan, Yesus hanya menyuruh murid yang memiliki jubah untuk dijual dalam membeli pedang.
Yesus mengetahui kesetiaan murid-muridnya yang menyertainya saat itu yang bersedia berkorban dan mati demi dirinya. Dengan senjata yang seadanya serta rasa percaya diri dan keyakinan terhadap gurunya, murid-murid Yesus yakin dapat memenangkan pertempuran dalam menghadapi kaum Yahudi.
Ahli Siasat Dan Strategi
Senjata dan keberanian telah siap dalam menghadapi hal yang tidak diinginkan, strategi dan benteng pertahanan tentu adalah hal yang juga perlu dipersiapkan dalam peperangan. Di Getsemani lah Yesus mengatur hal tersebut. Getsemani adalah tempat Yesus dan murid-muridnya bersama sebelum penyaliban, peristiwan di Getsemenai adalah saat-saat terakhir Yesus sebelum diserahkan untuk disalib.
Yesus telah membuktikan bahwa dirinya mempunyai keahlian dalam mengatur strategi dan rencana, peka terhadap sinyal-sinyal bahaya dan banyak akal. Saat itu bukan waktunya untuk duduk dan ongkang-ongkang kaki untuk menjadi sasaran empuk bagi musuh-musuhnya. Suatu malam, sewaktu sedang menuju Getsemani (Bukit Zaitun) dengan suatu bangunan berdinding batu yang jauhnya 5 mil dari kota, dia menggambarkan betapa seriusnya situasi saat itu. Resiko yang harus dihadapi apabila mereka gagal dalam serangan ini.
Anda tidak perlu menjadi anggota militer yang jenius untuk menilai itu. Yesus menunjukkan kekuatannya sebagai ahli siasat yang lihai dan pandai dalam mengatur ‘prajurit’nya. Yesus menempatkan delapan dari sebelas muridnya pada pintu masuk bangunan tersebut.
Matius 26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”
Pertanyaan yang mengganggu para pemikir adalah: “Mengapa mereka semua pergi ke Getsemani?” Untuk beribadah? Apakah mereka tidak bisa pergi ke kuil Sulaiman yang mereka lewati apabila tujuan mereka hanya untuk beribadah? Tidak! Mereka pergi ke kebun itu sehingga mereka berada pada posisi yang lebih baik untuk membela diri dari serangan musuh.
Perhatikan, Yesus tidak mengajak kedelapan muridnya untuk beribadah. Dia menempatkan muridnya secara strategis pada pintu masuk kebun, mempersenjatai dengan pedang, karena situasi yang mungkin terjadi.
Matius 26:37-38
26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”
Kemana dia membawa Petrus serta Yohanes dan Yakobus (dua anak Zebedeus) sekarang? Ke dalam kebun itu! Apakah untuk beribadah? Tidak! Untuk membuat jalur pertahanan. Dia menempatkan delapan orang itu pada pintu masuk dan sekarang ketiga murid lainnya yang terkenal fanatik dan bersemangat, dipersenjatai dengan pedang, hanya untuk ‘menunggu dan mengawasi’, untuk mengawal! Gambaran ini sangat gamblang. Yesus tidak memberikan gambaran apa pun bagi kita. Dan dia sendiri hanya berdoa!
Doa Yesus Di Getsemani
Matius 26:38-39
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
Doa Yesus diatas adalah bentuk permohonan Yesus agar dibebaskan dari cawan kematian. Frasa ‘cawan’ dalam ayat tersebut bermaksud percobaan dan fitnah Yahudi, dimana Yahudi ingin membuktikan bahwa Yesus adalah mesias palsu dengan cara menyalibnya, penyaliban itulah pencobaannya. Sehingga dengan kata lain maksudnya kematian dalam penyaliban. Jadi Yesus berdoa agar terbebas dari kematian dalam penyaliban.
Dari doa Yesus diatas, sudah menunjukkan fakta kepada kita, yaitu:
Pertama, Yesus tidak ingin mati dikayu salib.
Kedua, Yesus tidak mengenal penebusan dosa oleh penyaliban.
Yesus telah berdoa penuh dengan hikmat dalam mengharapkan pertolongan Allah, pertanyaan selanjutnya adalah apakah doa Yesus dikabulkan?
Ibrani 5:7 Dalam hidupNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut, dan karena kesalehanNya Ia telah didengarkan.
Ayat diatas telah cukup menjelaskan bahwa doa Yesus dikabulkan Allah, dimana Yesus berdoa penuh ratap tangis dan keluhan untuk diselamatkan dari maut. Adakah Kristiani yang bersedia mengatakan doa Yesus tidak didengar oleh Allah?
Perubahan Strategi Diluar Rencana
Senjata telah siap, jalur pertahanan telah sesuai, lalu mengapa akhirnya Yesus tertangkap juga oleh tentara Romawi? Yesus telah salah perhitungan. Melihat antusiasme yang ditunjukkan oleh murid-muridnya pada acara perjamuan malam, dia yakin bahwa mereka bisa melawan Yahudi yang akan menangkapnya. Namun kenyataannya, ternyata Yahudi lebih cerdik dari apa yang dipikirnya, mereka membawa tentara Romawi bersama mereka.
Yohanes 18:3 Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.
Disamping itu karena kelalaian yang telah dilakukan murid-muridnya dijalur pertahanan yang telah membuat Yesus kecewa. Kelalaian itu adalah tertidur disaat-saat genting.
Matius 26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
Markus 14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?
Yesus memperingatkan murid-muridnya untuk berjaga sebentar lagi, tapi lagi-lagi muridnya mengabaikan perintah Yesus tersebut.
Markus 14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.
Hal tersebut membuat Yesus pasrah terhadap hal yang akan terjadi padanya, dan dia tidak ingin mengambil resiko.
Matius 26:44-45
26:44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
26:45 Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.
Murid-muridnya tertangkap ketika mereka sedang lengah dan dalam keadaan mengantuk, persiapan mereka selama ini buyar sudah. Mereka tidak mungkin mengalahkan sepasukan tentara Romawi yang sedia dengan pedang dan tameng serta keahlian militer yang mumpuni dalam keadaan mengantuk dan tidak ada persiapan. Yesus mengetahui resiko apa yang akan terjadi jika mereka melawan, Yesus berencana melakukan perubahan strategi. Meskipun begitu, beberapa muridnya masih sangat yakin akan keberanian mereka.
Lukas 22:49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: “Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?”
Tetapi sebelum Yesus menjawab pertanyaan tersebut, Petrus yang pemberani mengeluarkan pedang dan menghunus salah seorang penangkapnya sehingga terpotong telinganya.
Matius 26:51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.
Yesus tidak melawan tentara Romawi tersebut. Menyadari bahwa situasi sudah berbalik dan tidak berjalan sesuai dengan strateginya, dia menasihatkan murid-muridnya.
Matius 26:52 Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
Apakah Yesus tidak mengetahui makna dari pernyataannya ketika dia menyuruh murid-muridnya untuk menjual jubahnya dan membeli pedang? Tentunya dia tahu! Lalu mengapa sekarang malah bertentangan? Sebenarnya tidak ada pertentangan. Situasi telah berubah, jadi strategi harus juga dirubah. Dia menyadari bahwa melawan tentara yang terlatih dan bersenjatakan lengkap dengan mengandalkan pasukannya yang masih mengantuk dan tidak siap, hanya merupakan tindakan bunuh diri.
Yohanes 18:12 Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.
Yesus telah melakukan perubahan strategi, yaitu “menyerahlah untuk menang”, atau bahasa harfiahnya “menyerahlah untuk tidak mati”. Yesus tertangkap, diseret kehadapan pengadilan musuh-musuhnya.
Pengadilan Di Hadapan Imam Besar
Perjalanan menuju Yerusalem telah gagal. Penyerangan di bukit Zaitun telah membuktikan kegagalan. Apabila ada hadiah bagi keberhasilan maka akan ada pula balasan untuk kegagalan. Lawan sangat berat, Ditambah dengan adanya kesengsaraan, cobaan, keringat dan darah.
Dengan tangan-tangan yang kuat, tentara-tentara Romawi menyeret tubuh Yesus dari Getsemani ke Annas dan dari Annas ke Mahkamah Agama dan dipertemukan dengan Uskup Agung dan sebagaimana yang ditunjukkan kaum Yahudi ke Sanhedrin, untuk menghadapi pengadilan dan hukuman.
Matius 26:57 Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.
Ketika jiwa Yesus terancam dalam sidang pengadilan musuh-musuhnya, murid-muridnya justru enggan menampakkan batang hidungnya. Para murid yang dari awal mengaku bersedia untuk mati demi Yesus sewaktu perjamuan terakhir, menampakkan kesetiaan dalam strategi penyerangan di Getsemani, sekarang bungkam dan seakan tidak perduli.
Markus 14:50 Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.
Belum usai penderitaan akan kegagalan Yesus dalam penyerangan di Getsemani, dia juga akhirnya ditinggalkan murid-muridnya yang diyakini setia terhadapnya. Yesus melawan tuduhan Imam Besar dan para ahli-ahli Taurat, sendirian.
Matius 26:59-60
26:59 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati,
26:60 tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,
Pengadilan tersebut hanya sandiwara, bagaimanapun keputusan para musuh Yesus tersebut sudah terekonstruksi sejak awal, Yesus harus disalibkan. Tapi Yesus tidak dapat menahan diri untuk membela diri, Yesus adalah oknum tidak bersalah yang ‘keras kepala’, meskipun dia tahu keputusan apa yang ada dalam hati para pengadilnya yang tidak adil tersebut untuk dirinya.
Yohanes 18:19-23
18:19 Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
18:20 Jawab Yesus kepadanya: “Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.
18:21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan.”
18:22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: “Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?”
18:23 Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?”
Ada hal yang perlu ditinjau ulang dalam keyakinan Kristiani mengenai hal ini. Kristiani menisbahkan beberapa nubuat dalam Perjanjian Lama kepada Yesus untuk menunjukkan bahwa takdir Yesus memang adalah untuk disalibkan, salah satunya ayat Yesaya berikut:
Yesaya 53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Tapi anda telah menyaksikan sendiri bahwa Yesus tidak hanya diam dihadapan musuhnya, mulai dari sebelum ditangkap sampai dalam pengadilan. Yesus memberikan pembelaan terhadap dirinya dan tidak sesuai dengan maksud nubuat tersebut. Lagi, Kristiani menisbahkan nubuat yang salah kepada Yesus yang disangka Yesus sebagai penggenapannya, dan masih banyak berbagai klaim nubuat tidak cocok lainnya yang dapat anda teliti sendiri.
Nasib Yesus sudah diputuskan. Imam Besar di Mahkamah Agama (Kepala Imam-imam Yahudi) adalah orang yang mengambil keputusan pada setiap pengadilan sipil berdasarkan persangkaannya terhadap terdakwa. Dia telah memutuskan bahwa Yesus harus mati, tanpa mendengar persidangan pembelaan dan lain-lain. Dia telah merekomendasikan kepada mahkamah untuk membunuh Yesus bahkan sebelum terjadi kasus tersebut.
Yohanes 11:50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”
orang Yahudi tentu tidak  mengimani bahwa Yesus adalah penebus dosa manusia, lalu apa maksud bahwa Yesus mati untuk seluruh bangsa?
Yohanes 47-48
11:47 Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
11:48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”
Yohanes 11:53 Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
Jadi, yang dimaksud tebusan untuk orang banyak adalah tidak lebih bahwa Yesus semacam tumbal untuk menghindari amuk orang Romawi. Para imam Yahudi tidak ingin Yesus banyak pengikut yang dapat menggeserkan kekuasaan mereka sehingga jalan satu-satunya adalah membunuh Yesus. Pada dasarnya tidak ada dosa yang harus ditebus, bagaimanapun kematian diatas kayu salib adalah suatu bentuk kutuk dan penghinaan dan inilah yang diinginkan oleh orang Yahudi.
Kaum Yahudi telah salah menilai Yesus bahwa dia menghina dan berkhianat terhadap ajaran agama. Kristen adalah sama dengan Yahudi dalam hal menghina Yesus, tetapi masalahnya berbeda. Baik Yahudi maupun Kristen keduanya menginginkan Yesus mati. Satu untuk “kekuasaan diri” dan yang satu lagi untuk “penebusan dosa”, dan tidak ada dari keduanya yang benar. Yesus tidak mempunya hasrat menghasut bangsa Romawi merebut tempat suci, dan Yesus juga tidak pernah punya keinginan menebus dosa manusia serta tidak punya pengetahuan apapun soal penebusan diatas kayu salib yang merupakan dogma Paulus.
Pengadilan Di Hadapan Pilatus
Matius 27:2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.
Keputusan diambil dengan cepat dan bulat. Tapi tanpa izin tentara Romawi, mereka tidak bisa menghukumnya. Pagi-pagi sekali, mereka membawa Yesus ke Pilatus, karena seperti yang mereka katakan:
Yohanes 18:31 …Kata orang-orang Yahudi itu: “Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang.”
Yesus di wawancarai oleh Pilatus, pada dasarnya Pilatus tidak terlalu tertarik terhadap kasus Yesus. Menurutnya Yesus tidak membahayakan negaranya, dia tidak menentang kerajaan Romawi. Bahkan Pilatus mengetahui bahwa orang Yahudi menyerahkan Yesus hanya sekedar dengki terhadapnya yang semakin hari mendapatkan banyak pengikut dan dapat melongsorkan otoritas mereka.
Matius 27:18 Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
Dengan sikap bijaksana, Pilatus memberikan pembelaan terhadap Yesus.
Yohanes 18:38b Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: “Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.
Dalam masalah tersebut, Pilatus menemukan bahwa Yesus tidak bersalah. Namun, pembelaan tersebut belumlah cukup, teriakan Yahudi yang haus dalam membunuh setiap Nabi dan Rasul Allah semakin memanaskan suasana. Pilatus pun menitahkan sekedar menyiksa Yesus tanpa menyalibnya.
Yohanes 19:1-3
19:1 Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.
19:2 Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,
19:3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: “Salam, hai raja orang Yahudi!” Lalu mereka menampar muka-Nya.
19:4 Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: “Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.”
19:5 Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: “Lihatlah Manusia itu!”
Pilatus telah berusaha mati-matian dalam membela Yesus yang tidak bersalah, Pilatus telah yakin bahwa Yesus memang tidak seharusnya mati. Dalam kegalauan suasana perjalanan sidang seperti itu, istri Pilatus mengirimkan pesan dan memberikan dukungan moril terhadap dirinya.
Matius 27:19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.”
Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya atas pilihan orang banyak. Pilatus memanfaatkan momen hari raya tersebut.
Yohanes 18:39 Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?”
Matius 27:16-17
27:16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
27:17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?”
Pilatus menyandingkan Yesus dengan Barabas yang dikatakan sebagai penyamun, harapan Pilatus agar imam-imam Yahudi tersebut mau membebaskan Yesus dan menghukum Barabas. usaha yang sia-sia.
Matius 27:21-22
27:21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka: “Barabas.”
27:22 Kata Pilatus kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: “Ia harus disalibkan!”
Mengetahui bahwa semua usahanya sia-sia dan tidak berarti dihadapan kedengkian orang Yahudi, teriakan kemarahan ditambah hasutan dan pemerasan yang mereka lakukan terhadapnya.
Yohanes 19:12 …”Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.
Pilatus angkat tangan, menyerah dengan semua pembelaan yang dia lakukan terhadap Yesus. Meskipun Pilatus bersikeras untuk tidak menghukum orang yang tidak bersalah dan berbahaya, dan istrinya pun membelanya berdasarkan mimpinya, tetapi Pilatus tidak bisa menentang pengaruh kaum Yahudi. Pilatus menyambut teriakan kaum Yahudi.
Matius 27:24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!”
Yesus dan murid-muridnya tidak dapat menahan kaum Yahudi untuk berniat membunuhnya, pembelaan Pilatus seorang wali negeri ditahan dengan teriakan dan pemerasan kaum Yahudi. Pilatus pun menyerahkan Yesus untuk disalib.
Metode Penyaliban
Prosesi penyaliban atau hukuman salib adalah suatu bentuk hukuman mati dimana terhukum akan dipaku ke dua tangannya di tiang salib, dikarenakan berat tubuhnya maka si terhukum akan mengalami kesulitan nafas karena terhimpit paru-parunya hingga akhirnya hal ini akan mempercepat kematian. Oleh karena itu untuk menambah penderitaan (memperlama proses kematian) maka pada telapak kaki diberikan sandaran papan di kakinya dipakukan kepada papan tersebut (sehingga dengan kaki ini terhukum dapat berdiri menyangga tubuh). Terhukum akan dibiarkan menderita haus dan rasa sakit bahkan gangguan dari mangsa hewan liar. Penyaliban merupakan prosesi hukuman mati yang perlahan-lahan, dan biasanya memakan waktu sampai dengan tiga hari hingga ajalnya tiba berdasarkan catatan sejarah dan dari tinjauan sains serta medis.
Umumnya kematian ditiang salib terjadi karena dua hal:
Pertama, oleh infeksi. Dipakunya tangan dan kaki pada kayu salib membuka peluang masuknya kuman ke dalam tubuh. Tanpa perlindungan antibiotika, kuman tersebut akan berkembang dan menyebar ke seluruh tubuh. Proses kematian karena infekasi seperti ini, biasanya berlangsung 2-3 hari.
Kedua, Kematian disalib terjadi karena kelaparan dan dahaga. Dengan tidak masuknya bahan makanan yang diperlukan untuk kehidupan normal, maka hal tersebut akan mengganggu metabolisme dalam tubuh. Karena tidak adanya suplai makanan, tubuh memobilisasi bahan simpanan yang ada dalam tubuh. Bila simpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen yang ada habis, maka protein yang ada di otot digunakan sebagai pembentukan energi yaitu pembentukan ATP ATP merupakan energi “siap pakai”. Bila protein yang ada di otot berkurang sedemikian rupa, maka fungsi sel akan terganggu dan diakhiri dengan kematian. Proses ini biasanya berlangsung 6-7 hari.
Hakikat hukuman salib adalah kejamnya penyiksaan yang dirasakan oleh terhukum, bukan pada kematiannya, melainkan kematian merupakan hal yang diinginkan secepatnya oleh yang menjalaninya. Untuk mempercepat kematian, terhukum akan dipatahkan kedua tulang-tulang kakinya sehingga terhukum tidak punya tempat untuk menyanggah bobot tubuhnya dan kematiannya akan segera terlaksana. Tanpa prosesi ini, terhukum biasanya masih dapat bertahan berhari-hari sebelum menemui ajalnya.
Salib atau shalb berasal dari kata ash-shaliib yang berarti sumsum atau lemak. Dalam bahasa Arab dikatakan ash-haabush-shulubi, yakni orang-orang yang mengumpulkan al­’idhaama (tulang) dan mengeluarkan sumsumnya serta mencampurkannya. Dipatahkannya tulang-tulang kaki (shalb-salib/patahkan tulang mengeluarkan sumsum) merupakan salah satu prosesi yang harus dilakukan kepada terhukum. Manusia yang hanya digantung dan tidak mati diatas kayu salib serta tidak menjalani prosesi penyaliban secara sempurna belum dapat dikatakan telah menjalani hukuman penyaliban.
Yesus Tidak Mati Di Tiang Salib
Sebelumnya Yesus telah diserahkan untuk menjalani penyaliban, tangannya dipaku dan kakinya diberikan penyanggah sebagaimana prosesi penyaliban lazimnya. Fakta-fakta dalam Bible berikut yang akan membuktikan bahwa Yesus tidak mati disalib dalam melalui tahapan penyaliban.
• Lama diatas tiang salib
Hal yang perlu menjadi tinjauan adalah berdasarkan penyebab kematian salib yang telah dipaparkan sebelumnya dari tinjauan medis, bahwa kematian salib baru dapat terlaksana setelah berhari-hari. Berapa lamakah Yesus diatas tiang salib?
Menurut Bible, kaum Yahudi dan Romawi mengikat Yesus di kayu salib jam 12 siang (Matius 27: 46) dan pada jam 3 sore mereka telah menurunkannya, berarti Yesus digantung di kayu salib hanya sekitar tiga jam! Sedangkan berdasarkan tinjauan medis, manusia yang menjalani prosesi penyaliban baru dapat mati minimal dua hari secara perlahan, tidak ada yang mati dalam hitungan jam. Pertanyaannya, mengapa Yesus diturunkan begitu cepat?
Jawabannya karena dalam Taurat ada tertulis hukum:
Ulangan 21:23 Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk o(eh Allah, janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu menjadi milik pusakamu.
Jadi dikarenakan menurut hitungan hari Yahudi bahwa Hari Raya Sabath telah mulai sejak hari Jum’at petang (jam 18), maka tidak boleh ada najis (mayat orang terkutuk) yang menodai kesucian hari Sabath. Oleh karena itu haruslah tidak boleh ada orang yang tergantung di kayu salib. Sehingga Yesus harus segera mati di kayu salib dan langsung diturunkan.
Peremukan tulang
Terdesak oleh waktu dalam hukum Yahudi tentang Sabath atau alasan lainnya jika diperlukan untuk mempercepat kematian di tiang salib, para penjagal telah menyiapkan cara dengan mematahkan kaki dan korban akan mati karena lemas dalam satu jam. Ini adalah metode cepat dengan mengabaikan kejamnya penyiksaan yang harus djalani korban.
Yohanes 19:31 …maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
Pada saat Yesus dihukum salib ada juga dua penjahat yang dihukum bersertanya, namun tidak seperti Yesus, mereka masih nampak segar atau hidup, sehingga bagi mereka diperlakukan cara cepat untuk menghabisi nyawa mereka dengan mematahkan tulang-tulang kaki mereka yang menyangga tubuh mereka. Apakah prosesi ini juga dilakukan untuk Yesus?
Yohanes 19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
Perlu diketahui bahwa dasar orang Yahudi dalam menyatakan Yesus telah mati adalah hanya dengan melihat, tidak menyentuh apa lagi merasakan denyut nadinya.
Analoginya jika kita melihat orang yang tergeletak dijalanan, maka setidaknya ada tiga persepsi yang muncul, yaitu bahwa orang tersebut tertidur, pingsan, atau mati. Untuk menghilangkan persepsi bahwa orang tersebut tertidur, cukup dilihat jika orang tersebut benar-benar tidak bergerak karena bagaimanapun orang tertidur tentu masih menggerakkan tubuhnya. Sedangkan untuk mengetahui apakah orang tersebut pingsan atau mati, maka hal yang harus dilakukan adalah tidak cukup dengan melihat saja, melainkan harus menyentuh dan merasakan denyut nadinya. Baru bisa ketahuan tentang keadaan orang tersebut.
Apakah standar tersebut dilakukan untuk mengetahui bahwa Yesus telah benar-benar mati? Tidak sama sekali! Beginilah cara Allah yang direkam oleh Bible dalam menyelamatkan Yesus, yaitu dengan menyerupakan Yesus nampak seperti telah mati dan membiarkan tentara Romawi hanya melihat dan menduga-duga sehingga tidak berkeinginan mematahkan kakinya. Terlihat dalam nubuat.
Mazmur 34:21 Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah.
• Penyebab kepingsanan
Mengapa Yesus pingsan dan tidak sadarkan diri begitu cepat sementara dua penyamun yang dihukum bersamanya masih nampak siuman? Jawaban yang logis dapat dilihat dari Bible sendiri.
Yohanes 19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
Kata yang diterjemahkan menjadi anggur asam tersebut tertulis ‘vinegar’, bukan ‘wine’. Vinegar memiliki efek stimulasi yang sementara sebagaimana obat amonia yang dicium dan bahkan dipakai untuk menstimulasi budak-budak pengayuh perahu kapal. Memberikan anggur yang dibumbui dengan Myrrh atau kemenyan kepada orang yang akan dihukum mati sebagai usaha untuk menghilangkan rasa sakit (efek narkotik) adalah sesuai dengan kebiasaan Yahudi.
Vinegar yang disebutkan dalam Injil dalam bahasa Latin disebut Acetum/Acidus/Acere/Acida. Dalam budaya Persia dan Timur Tengah umumnya mengenal Minuman persembahan suci (Haoma Drink). Haoma Drink dibuat dari Juice tanaman Asclepias Acida. Efek minuman ini adalah membuat seseorang menjadi koma (mati suri). Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan Orang­orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/penyembuhan sangat mengenal ramuan minuman ini. Salah satu efek dari ramuan Swallowwort (Asclepias Acida) ini adalah Extreme sweating and a dry mouth, dan ini sesuai dengan apa yang di alami oleh Yesus.
Yohanes 29:28 berkatalah Ia : “Aku haus!
Dan akibat dari ramuan inilah Yesus menjadi koma (mati suri) di tiang salib. Sehingga Yesus hanya pingsan diatas kayu salib dan tampak seperti telah mati.
• Penusukan lambung
Tentara Romawi tersebut berpikir bahwa Yesus telah mati sehingga tidak perlu mematahkan kakinya. Salah seorang dari mereka kemudian menikam lambungnya dengan tombak.
Yohanes 19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
Adalah rahmat Allah bahwa ketika tubuh manusia tidak kuat menahan rasa sakit atau nyeri yang amat sangat, maka tubuh akan pingsan. Tetapi pada kondisi tubuh yang tidak bergerak, kelelahan dan posisi berdiri yang tidak normal pada kayu salib, membuat aliran darah berjalan lamban. Dengan adanya luka karena penikaman di pinggang, maka sirkulasi darah mengalir teratur kembali. Pperlu diketahui bahwa hal ini (darah mengalir) hanya dapat terjadi pada tubuh yang mana jantungnya masih berdenyut (masih hidup). Dalam Ensiklopedia Biblica, pada artikel “Cross” kolom 960 dikatakan: “Yesus hidup kembali jika penikaman itu benar”.
Dan perlu diperhatikan kalimat “sekejap mengalir keluar” menandakan bahwa darah memancar dengan cepat yang mana hal itu menunjukan bahwa sebenarnya Yesus masih hidup manakala diturunkan dan hanya pingsan (yang disangka telah mati oleh Yahudi dan Orang Romawi). Dr. W.B. Primrose, seorang ahli anastesi RS. Royal Glasgow dalam tulisan beliau dalam harian “Thinker Digest” mengatakan: “Bahwa air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yang berlebihan dari proses penyaliban”.
• Murid rahasia
Banyak yang tidak mengetahui bahwa Yesus memiliki murid atau pengikut rahasia dari golongan Yahudi Essenes. Ya! Yesus memiliki murid rahasia yang juga memiliki misi rahasia untuk merencanakan penyelamatan terhadap dirinya. Mereka telah berperan sejak awal bekerja sama dengan Pilatus. Pilatus secara rahasia menolong Yesus dengan menetapkan waktu hukuman salib pada Jum’at siang (jam 12 siang) (Matius 27 : 46), dan pada jam 3 sore (jam 15) Yesus diturunkan dari Tiang Salib dengan kondisi tampak “mati”.
Kepingsanan Yesus di atas tiang salib sehingga dia tampak mati dengan bantuan ramuan Haoma Drink tidak terlepas dari pekerjaan golongan Essenes tersebut. Para murid rahasia Yesus dari golongan Essenes bekerja sama dengan Pilatus telah memberikan Haoma Drink ini kepada Yesus sebelum dia di paku di tiang salib dan ini merupakan rencana rahasia untuk menolong Yesus. Itulah mengapa Yesus merasa kehausan seperti yang telah diterangkan dimuka. Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan orang-orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/penyembuhan dan sangat mengenal ramuan ini.
Beginilah cara Allah menyelamatkan utusan-Nya melalui tangan pengikut atau murid setianya yang bekerja secara rahasia sehingga Yesus melalui prosesi penyaliban dengan selamat.
• Turun dari kayu salib
Meski Bible menerangkan dengan berbeda-beda namun adalah suatu kepastian bahwa pada saat menjelang jam 15 (3 sore) terjadi gemuruh, guntur, gempa, serta langit pun menjadi gelap. Hal ini adalah suatu mukjizat yang mana Allah menampakan gejala alam ini untuk membuat ciut dan takut hati kaum Yahudi yang saat itu berpesta pora disekitar lokasi tiang-tiang salib, yang serta merta hati mereka menjadi takut akan kutuk Tuhan atas perbuatan mereka dan lari berhamburan menyelamatkan diri.
Peristiwa ini adalah rencana Allah yang karenanya para murid rahasia Yesus (bukan yang 12 orang dimana mereka semua melarikan diri sewaktu pengadilan karena takut) dapat mendekati tiang salib, menurunkan jasad Yesus, dan mengurus Yesus. Adalah Nikodemus dan Yusuf Arimatea (murid Yesus dari golongan Essenes) yang telah meminta jasad Yesus kepada Pilatus.
Yohanes 19:38 Sesudah itu Yusuf dari Arimatea — ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi — meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.
Nikodemus, Yusuf Arimatea, Maria Magdalena, dan murid-murid rahasia lainnya dari Essenes lah yang menolong dan mengurus tubuh Yesus setelah diturunkan dari tiang salib. Perlu diingat bahwa kondisi dan situasi saat itu sangat genting, karena jika orang Yahudi mengetahui bahwa Yesus masih hidup maka mereka akan mencoba untuk membunuh untuk yang kedua kali.
Sampai disini kita telah sampai pada fakta dengan kesimpulan yang mengejutkan, fakta yang menyeramkan bagi keimanan Kristiani, kesimpulan yang tidak pernah terbayang sedikitpun dalam pemikiran setiap pribadi Kristen. Kesimpulan ini telah menghapuskan kebanggaan Kristiani terhadap dogma keselamatan dalam penebusan dosa oleh penyaliban, Yesus turun dari atas kayu salib dalam keadaan selamat!
Penyembuhan Dalam Kuburan
Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Yesus yang telah dibungkus dalam kain kafan menuju ruang kubur dan meletakan Yesus di sana serta menutup pintu kubur dengan batu. Bentuk kuburan Yahudi masa itu tidaklah seperti model kuburan sekarang pada umumnya. Kuburan tersebut seperti ruangan bawah tanah dimana terdapat celah-celah sehingga udara bebas keluar masuk. Jim Bishop dalam buku “The Day Christ Died”, mengatakan bahwa pekuburan tersebut berukuran lebar 5 kaki, tinggi 7 kaki dan kedalaman 15 kaki dengan balkan-balkan di dalamnya yang bagi orang-orang gelandangan pasti mau memakainya sebagai tempat tinggalnya.
Mayat tidak ditanam ke dalam tanah, melainkan diletakkan di atas batu yang ada di dalam ruang kubur terletak di gua ataupun yang sengaja dibangun berbentuk semacam tempurung dan mempunyai pintu. Bentuk kuburan seperti ini memungkinkan orang-orang bebas memasukinya, seperti yang dilakukan Nikodemus.
Yohanes 19:39 Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.
Nikodemus datang dan memasuki kuburan Yesus pada waktu malam. Pertanyaannya mengapa Nikodemus datang kekuburan dengan membawa ramu-ramuan? Yusuf dan Nikodemus adalah kaum Essenes yang terpelajar khususnya dibidang ilmu pengobatan. Merekalah yang merawat dan mengolesi tubuh Yesus dengan salep obat untuk menyembuhkan luka-luka akibat hukuman. Mereka membawa banyak sekali (100 Pounds) rempah-rempah obat myrr dan gaharu untuk diurapi (dilulurkan) ke tubuh Yesus yang terluka. Hal yang sama dilakukan oleh Maria Magdalena.
Markus 16:1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
Pertanyaannya adalah Mengapa Maria Magdalena pergi ke sana? Untuk meminyaki Yesus. Dalam bahasa Ibrani meminyaki adalah ‘masaha’ yang berarti mengusap, memijat, meminyaki. Apakah orang-orang Yahudi memijat mayat setelah tiga hari? Jawabannya tidak! Lalu mengapa seorang Yahudi ingin memijat mayat yang sudah membusuk setelah tiga hari?
Kita tahu bahwa setelah tiga jam meninggal, maka mayat akan menjadi kaku. Dalam tiga hari, mayat akan membusuk dimana sel-sel tubuh akan pecah dan terurai. Jika seseorang menggosok mayat yang sudah membusuk maka mayat tersebut pasti akan hancur berantakan. Apakah penggosokan itu masuk akal? Tidak! Tidak jika hal itu dilakukan untuk jenazah yang tidak bernyawa, tapi sangat masuk akal jika hal tersebut dilakukan untuk manusia yang sedang menjalani proses pengobatan dalam peyembuhan dari siksaan-siksaan yang diterimanya sebelumnya.
Demikianlah Jasad Yesus yang telah dilulur obat rempah ditidurkan di dalam ruang kubur yang berbentuk gua dan berada dalam perawatan dari murid-murid rahasianya.
Penyamaran Di Hadapan Maria
Pada hari minggu pagi Maria Magdalena berjalan sendirian menuju kuburan Yesus. Manakala Maria tiba dikuburan, dia terkejut karena melihat batu penutup pintu kubur sudah bergeser sehingga kuburan terbuka, dan di dalam kubur tersebut tubuh Yesus sudah tiada.
Yohanes 20:1 Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
Tentu Yesus lah yang telah menggeser batu tersebut karena dia telah sadar dan siuman dari komanya serta sudah hampir pulih dari kesakitan yang dia alami selama ini. Yesus tidak pergi kemana-mana, ia masih ada disekitar pekuburan itu dan melihat Maria Magdalena yang kebingungan.
Yohanes 20:15 Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”
Pertanyaannya, mengapa Maria menyangka sosok Yesus sebagai penunggu taman? Apakah orang yang baru sadar dari pingsannya dengan penuh luka ditubuhnya tampak seperti penunggu taman? Jawabannya “Tidak!”. Yesus terlihat seperti penunggu taman karena dia sedang menyamar. Untuk apakah Yesus menyamar? Karena dia takut ketahuan terhadap orang Yahudi, penjaga yang disuruh untuk menjaga kuburan Yesus juga masih ada disekitar sana.
Mengapa Yesus harus takut ketahuan terhadap orang Yahudi? Karena dia belum mati! Yesus tidak ingin ketahuan penjaga tersebut bahwa dirinya masih hidup, karena jika hal itu terjadi, maka orang Yahudi akan mencoba untuk membunuh dan menyalib dirinya untuk kedua kalinya. Jika Yesus bangkit dari kematian, maka Yesus tidak punya alasan lain untuk menyamar dan takut untuk pencobaan pembunuhan yang kedua kalinya.
Yesus tidak ingin Maria diliputi kebingungan dan kesedihan lebih lama, dia pun menjelaskan kepada Maria siapa dirinya yang berdiri dihadapan Maria cukup dengan menyebut nama Maria sehingga Maria langsung mengetahui bahwa yang dihadapannya adalah sosok gurunya.
Yohanes 20:16 Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.
Maria gembira dan bahagia setelah mengetahui bahwa sosok yang dihadapannya adalah Yesus yang telah siuman. Maria langsung ingin merangkul gurunya, tapi ditahan oleh Yesus.
Yohanes 20:17 Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, …
Mengapa Yesus melarang Maria menyentuh dirinya? Pertama karena tubuh beliau meski sudah pulih tentu masih mengalami nyeri akibat penyiksaan fisik sebelumnya, dan kedua beliau tidak ingin ada orang lain yang mencurigai penyamarannya. Kemudian Yesus berkata.
Yohanes 20:17 …sebab Aku belum pergi kepada Bapa,...
Maksud Yesus tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah bahwa dirinya masih hidup dan belum mengalami kematian. Yesus berkata dia belum pergi kepada Bapa, dia belum meninggal, dia masih hidup.
Menemui Murid-Muridnya
Setelah peristiwa itu, Maria pergi kepada kesebelas murid Yesus untuk menyampaikan berita tersebut. Yesus sendiri bertemu dengan dua orang muridnya yang sedang menuju Emaus. Yesus belum membuka penyamarannya kepada mereka, mereka bercakap-cakap selama perjalanan.
Lukas 24:19 Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
Perlu diketahui bahwa murid-murid Yesus saja mengakui Yesus hanyalah seorang Nabi dan tidak pernah mengklaim gurunya tersebut sebagai Tuhan. Lanjut cerita, mereka sudah hampir sampai ke Emaus dan mengajak Yesus yang mereka kira orang asing tersebut menginap dan makan bersama mereka.
Lukas 24:30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
Dari cara Yesus mengucapkan berkat dan membagikan makanan barulah tersadar ke dua murid Yesus bahwa yang selama ini ada bersama mereka adalah guru mereka, namun manakala mereka menyadari hal ini, Yesus telah berlalu dan pergi meninggalkan mereka. Mereka mengabarkan peristiwa yang mereka alami kepada murid lainnya, namun murid lainnya tidak percaya.
Markus 16:13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.
Singkat cerita, setelah semua kejadian tersebut, Yesus pun menemui dan menampakkan dirinya dengan jelas kepada murid-muridnya.
Lukas 24:36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!”
Yesus telah menampakkan diri kepada murid-muridnya, tapi murid-muridnya tidak percaya. Alasannya adalah karena dalam benak dan pikiran mereka bahwa Yesus telah mati sehingga berpikir bahwa sosok dihadapan mereka adalah hantu.
Lukas 24:37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
Mereka tidak mengetahui apa yang telah terjadi terhadap Yesus dan penyelamatan rahasia yang direncanakan terhadapnya, karena mereka tidak berada disisi Yesus menjelang penyaliban melainkan melarikan diri. Sehingga sangat wajar jika mereka mengira Yesus adalah hantu, untuk itu Yesus pun meyakinkan mereka.
Lukas 29:39-40
24:39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”
24:40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
Kemudian pada akhirnya murid-muridnya tersebut percaya bahwa sosok yang dihadapan mereka tersebut adalah Yesus yang masih hidup dan selamat dari penyiksaan dan penyaliban.
Tanda Nabi Yunus
Perhatikan, kronologis semua peristiwa sejauh ini adalah penggenapan atas apa yang telah dikatakan oleh Yesus jauh sebelum peristiwa penyaliban. Manakala orang-orang Yahudi tetap tidak mau mengerti dan menerima misi kerasulan beliau, dan orang-orang Yahudi itu tetap meminta tanda-tanda ajaib kepada Yesus.
Lukas 11:29-30
11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
11:30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
Matius 12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
Jadi bagi orang Yahudi tiada tanda ajaib akan diberikan kecuali tanda ajaib yang seperti mukjizat Nabi Yunus. Bagaimanakah tanda ajaib Nabi Yunus itu? Seperti kita ketahui bahwa Nabi Yunus diutus oleh Allah, dan seperti yang terdapat dalam riwayat Al-Qur’an dan Injil bahwa Nabi Yunus berlayar dengan sebuah kapal, ditengah Samudera datang badai dan orang-orang dikapal percaya bahwa untuk membuang sial maka harus ada satu orang yang dilemparkan kelaut. Singkat cerita Nabi Yunus lah yang dilemparkan ke laut dalam kondisi HIDUP. Dan di laut Nabi Yunus ditelan oleh Ikan Paus dan masuk ke dalam perut Ikan, apakah beliau mati? Tidak! Karena di dalam perut ikan Nabi Yunus berdo’a, apakah orang yang telah mati perlu berdo’a mohon selamat? tentu tidak. Setelah tiga hari tiga malam di dalam perut Ikan, maka Ikan itu memuntahkan keluar Nabi Yunus dari dalam perutnya, apakah dalam keadaan mati? tidak! beliau tetap HIDUP, dan beliau menemui orang Ninewe dan mereka pun menerima Nabi Yunus.
Jadi perhatikanlah tanda ajaib Nabi Yunus, beliau di hukum dalam keadaan HIDUP, di dalam perut ikan dalam keadaan HIDUP, dan keluar dari perut ikan dalam keadaan HIDUP. Inilah tanda ajaib yang sama yang di alami Yesus, Yesus dihukum dalam keadaan HIDUP, beliau di masukan ke dalam perut bumi (kuburan gua) dalam keadaan HIDUP, dan beliau siuman dari pingsan dan keluar dari perut bumi dalam keadaan HIDUP.
Reaksi Yang Berbeda
Ada perbedaan reaksi yang dapat anda rasakan antara Maria Magdalena dengan kesebelas murid Yesus mengenai “kebangkitan” Yesus. Maria Magdalena adalah orang pertama yang menemui Yesus dalam keadaaan sadar dari setelah turunya Yesus diatas kayu salib. Perhatikan reaksi Maria setelah mengetahui bahwa sosok yang berbicara dengannya di pemakaman adalah Yesus.
Yohanes 20:16 Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.
Maria gembira dan bahagia setelah mengetahui bahwa sosok yang dihadapannya adalah Yesus yang telah siuman. Maria langsung ingin merangkul gurunya, tapi ditahan oleh Yesus.
Yohanes 20:17 Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, …
Bandingkan dengan reaksi kesebelas murid Yesus setelah menemui Yesus.
Lukas 24:37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
Kesebelas muridnya justru terkejut, takut, penuh keraguan dan bahkan mengira dihadapan mereka adalah hantu Yesus. Pertanyaannya, mengapa terjadi perbedaan reaksi yang bertolak belakang antara Maria dengan kesebelas murid Yesus tersebut?
Jawabannya jelas adalah karena Maria Magdalena mengetahui bahwa Yesus masih hidup sewaktu turun dari kayu salib, dia dengan setia merawatnya bersama murid rahasia lainnya dalam pekuburan. Maria adalah saksi yang melihat penyaliban Yesus, sebagai murid rahasia bersama dengan Yusuf dan Nikodemus yang kemungkinan telah bekerja sama dengan Pontius Pilatus untuk rencana penyelamatan. Sehingga sangat wajar jika dia gembira melihat guru yang dia rawat akhirnya siuman dan sadarkan diri.
Berbeda dengan kesebelas muridnya, mereka bukan saksi yang melihat Yesus dari dekat, kemungkinan hanya dari jauh ataupun hanya mendengar desas-desus dari orang sekitar. Apalagi mereka sama sekali tidak mengetahui adanya rencana penyelamatan Pontius Pilatus dengan murid rahasia dari golongan Esenes tersebut karena mereka sudah terlanjur lari ketakutan sewaktu penangkapan Yesus untuk pengadilan.
Markus 14:50 Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.
Sehingga sangat wajar jika mereka merasa heran, ketakutan, dan tidak dapat menerima fakta begitu saja bahwa Yesus masih hidup yang telah berbicara dengan mereka.
Inilah Faktanya
Semua fakta-fakta diatas yang disadur berdasarkan kronologis dalam Bible sendiri secara nyata telah menunjukkan bahwa Yesus tidak mati di tiang salib, melainkan selamat dari penyaliban. Berikut kami uraikan fakta-fakta tersebut kembali.
Fakta pertama, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia tidak ingin mati disalib!
Yesus bersama muridnya melakukan strategi pertahanan dan penyerangan dalam menahan penangkapan orang Yahudi, dia berdoa di taman Getsemani meminta dibebaskan dari cawan kematian salib, dia membela diri dihadapan Imam Besar dan Pilatus.
Fakta kedua, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia orang yang benar! Pilatus tahu bahwa Yesus orang benar sehingga tidak seharusnya mati disalib, istri Pilatus pun mengetahui hal yang sama lewat mimpinya. Yesus telah berdoa dengan penuh kesalehan dibebaskan dari kematian salib, doa orang yang benar sangat besar kuasanya.
Fakta ketiga, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia hanya sebentar di atas kayu salib! Menurut pengamatan medis bahwa secara normal manusia baru dapat mati di tiang salib setelah mengalami proses berhari-hari, Pilatus mengetahui hal ini sehingga kaget sewaktu mendengar berita tentaranya bahwa Yesus telah mati hanya dalam waktu beberapa jam.
• Fakta keempat, Yesus tidak mati ditiang salib karena tulang kakinya tidak dipatahkan! Peremukan tulang adalah alternatif tercepat untuk mematikan seorang yang digantung di kayu salib, jika tidak maka kematian masih dapat ditunda berhari-hari. Yesus tidak diremukkan kakinya karena dikira telah mati dan sesuai dengan nubuat.
• Fakta kelima, Yesus tidak mati ditiang salib karena dia pingsan sehingga tampak mati! Semua telah diatur sebagai rencana penyelamatan murid rahasia Yesus. Penusukan lambung Yesus sehingga memancar darah dan air membuktikan bahwa organ-organ tubuhnya masih berfungsi.
• Fakta keenam, Yesus tidak mati ditiang salib dan turun dengan selamat! Semua hal yang telah terjadi pada Yesus saat melalui proses penyaliban adalah pembuktian bahwa Yesus masih bernyawa sewaktu turun diatas kayu salib.
• Fakta ketujuh, Yesus tidak mati ditiang salib karena menjalani perawatan dalam kuburan! Bentuk kuburan yang memungkinkan untuk ditinggali makhluk bernyawa serta datangnya murid-murid rahasia Yesus membawa ramu-ramuan dan rempa-rempa menunjukkan bahwa Yesus yang bernyawa sedang dalam masa penyembuhan.
Fakta kedelapan, Yesus tidak mati ditiang salib karena dia menisbahkan tanda Nabi Yunus untuk dirinya! Yunus masuk dalam perut ikan paus hidup-hidup, menjalani kehidupan sementara dalam perut ikan paus hidup-hidup, dan keluar dari perut ikan paus dalam keadaan hidup. Begitu juga dengan Yesus, masuk dalam perut bumi hidup-hidup, menjalani kehidupan sementara dalam perut bumi hidup-hidup, dan keluar dari perut bumi dalam keadaan hidup.
Fakta kesembilan, Yesus tidak mati di tiang salib dapat dilihat dari perbedaan reaksi orang yang dia temui! Maria Magdalena bahagia dan gembira melihat Yesus, karena Yesus sadar dari koma. Berbeda dengan kesebelas muridnya ketakutan dan penuh keraguan melihat Yesus, karena dalam pikiran mereka Yesus telah mati dan bangkit sebagai hantu.
Fakta kesepuluh, Yesus tidak mati di tiang salib dan tidak bangkit dari kematian! Berdasarkan pemaparan cermat diatas.
Demikianlah fakta tak terbantahkan dari Bible sendiri bahwa Yesus tidak lah mati ditiang salib, melainkan selamat dengan cara yang menakjubkan. Dengan begini gugurlah sudah harapan dan modal Kristiani yang mempercayai Yesus harus mati di tiang salib untuk menebus dosa-dosa dan bangkit lagi dari matinya. Penelitian secara cermat dan objektif menggunakan sumber Kristen sendiri telah memunahkan dogma yang mereka anut bertahun-tahun dan dipercaya sebagai satu-satunya faktor memperoleh keselamatan.
Paulus berkata:
I Korintus 15:14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
Dengan begini, kepercayaan Kristiani terhadap berbagai dogma Kristen sia-sia belaka. Penyelamatan melalui darah Yesus hanyalah mitos publik yang tidak akan pernah dirasakan oleh siapapun. Kebangkitan sebagai bentuk kemenangan hanyalah kisah fiktif yang dibungkus dengan kebohongan dan didramatisir sedemikian rupa. Kita telah sampai pada kesimpulan akhir yang menjanjikan. Tidak ada kematian di tiang salib, tidak ada penyelamatan. Tidak ada kebangkitan, tidak ada kekristenan!
Sumber :Kesaksian mualaf
Tulisan lain :

Teolog Kristen Swedia: Tak Ada Bukti Yesus Mati Disalib

Selasa, 22 Mei 2012

Nabi Isa Mengajarkan Sholat Berjamaah, Menghadap Kiblat dan Bersujud

السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد
Ada satu ajaran yg ditinggalkan & dihina oleh ummat Kristen, ajaran itu ialah SHALAT BERJAMAAH.
Padahal sangat jelas  jika Nabi Isa ajarkan shalat berjamaah. Ini bukan PERKATAAN KAMI, bukan KATA TELEVISI, bukan KATA MASS MEDIA, tapi kata ALKITAB, bukti terkuat sebuah agama yg dipercayai sebagai KATA TUHAN.

Matius 26:37 Dan Ia MEMBAWA PETRUS DAN KEDUA ANAK ZEBEDEUS serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”
26:39 Maka Ia MAJU SEDIKIT, lalu SUJUD dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Markus 14:33 Dan Ia MEMBAWA PETRUS, YAKOBUS DAN YOHANES serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,
14:34 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.”
14:35 Ia MAJU SEDIKIT, MEREBAHKAN DIRI KE TANAH dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.

Dari dua ayat diatas maka dapat disimpulkan:
1. Yesus sujud kepada Allah, sebagaimana orang Islam sujud. Tidak ada tatacara ibadah dengan sujud muka ke tanah kecuali umat Islam. Kenapa umat non Islam (Kristen) menghina Sujud dengan mengatakan nungging?

Padahal Yesus pun sujud! Bibir mereka memuji Yesus, tapi hatinya jauh dari Yesus:

Matius 15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. 15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

2. Yesus menyembah pada Allah, berdoa kepada Allah. Setiap yang berdoa pada Allah berarti bukan Allah & bukan Tuhan, sebagaimana saudara berdoa pada Allah, berarti saudara bukan Allah. Hanya umat Islam-lah yang murni berdoa HANYA pada Allah langsung tanpa melalui perantara Yesus, tanpa perantara Malaikat, tanpa perantara Bunda Maria, tanpa perantara Rasul atau Santo.
Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan HANYA KEPADA DIA SAJALAH engkau berbakti!”

3. Yesus merasakan mau mati. Terbukti Yesus bukan Tuhan. Mana ada Tuhan merasakan mau mati?

4. Yesus sedih, bermakna bukan Tuhan, tak mungkin Tuhan merasa sedih. Tuhan tak memerlukan disembah oleh manusia, meski seluruh bumi ini ingkar pada ALLAH, tetaplah ALLAH MAHA MULIA.

5. Yesus maju sedikit dari ke dua muridnya sebelum sujud, artinya Yesus MENGAJARKAN SHALAT BERJAMAAH dan menjadi Imam shalat bagi ke tiga muridnya. Hal semacam ini pun hanya dilaksanakan oleh umat Islam, dimana imam maju sedikit, 1 shaft didepan para makmum lainnya. Adakah umat agama lain yang melaksanakan hal demikian?

6. Yesus tidak meminta sesuai kehendak dirinya, tapi sesuai kehendak Allah, artinya Yesus berserah diri pada Allah, berserah diri pada Allah ini artinya Muslim. Banyak sekali ayat dalam alkitab dimana Yesus berserah diri kepada Allah. Kata “Muslim” dalam bahasa arab pun berarti berserah diri pada Allah.

7. Yesus berdoa setelah sujud, tak jauh dengan muslim, berdzikir & berdoa setelah sujud! SUBHANALLAH! SEMOGA INI MENAMBAH IMAN & ISLAM SAUDARA SAUDARI SEMUA!

Qs.2 Baqarah 132. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub:”Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka JANGANLAH KAMU MATI KECUALI DALAM KEADAAN ISLAM.”

Sudah jelas, Nabi Isa a.s pun mengajarkan shalat berjamaah, terbukti sudah, apakah masih nak berpaling??? mengingkari apa yg jelas tertulis?

Ajaran yang hilang dari umat terdahulu ini dimurnikan lagi oleh ALLAH dalam Qur’an melalui Rasulullah Muhammad SAW.

Qs.2 Baqarah:43. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah BESERTA orang-orang yang ruku’.
Dan bagi kaum hawa pun diperintahkan pula untuk shalat berjamaah

Qs.3 Ali Imran:43. Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah BERSAMA orang-orang yang ruku’.

Dan ajaran yang hilang ini dimurnikan lagi oleh Rasulullah Muhammad SAW, tak pernah Rasulullah Muhammad SAW menyuruh ummatnya untuk shalat sendirian di rumah, shalatlah di masjid, setiap langkah mendapat pahala.

Qs.24 Nuur:36. Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,
37. laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingati Allah, dan mendirikan sembahyang, dan membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang hati dan penglihatan menjadi goncang.

Yang saya heran, umat Non-Islam, sering kali menghina Islam dengan mengatakan Islam menyembah batu Hitam di Ka’bah. Mereka sering memfitnah muslim menyembah kotak Hitam Ka’bah itu sendiri dengan alasan umat Islam selalu menghadap Ka’bah dalam melaksanakan Shalat 5 waktu, Shalat Sunnat. Umat Islam pun dilarang buang air kecil maupun besar dengan mengahadap Ka’bah.

Padahal, justru mereka umat Non-Islam itu sendiri lah yang mengingkari Kitabnya yang ada ditangan mereka sendiri karena perintah menghadap Kiblat ini telah diperintahkan pula pada Nabi-Nabi sebelum Rasullullah Muhammad SAW baik dalam Perjanjian Lama maupun perjanjian baru.

Bahkan setiap Nabi memiliki Kiblat & tugu batu untuk melakukan Thawaf atau mengelilingi batu tersebut, hanya mereka umat non-Islam/ Kristen saja yang tidak pernah membaca Kitab mereka sehingga secara tidak sadar mereka malah menghina Kitab yang ada ditangan mereka sendiri.

Dalam Alkitab mereka sendiri, jelas tertulis bahwa Shalat itu harus menghadap kiblat, ini ayatnya:

Mazmur 5:8 Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah KE ARAH BAIT-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.
Apakah ayat itu bermakna jika Nabi Daud menyembah Bait ALLAH? Tidak!

Mazmur 138:2 Aku hendak sujud KE ARAH BAIT-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kau buat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.
Apakah ayat itu bermakna jika Nabi Daud menyembah Bait ALLAH? Tidak!

Yehezkiel 44:4. Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku sujud menyembah.
Apakah ayat itu bermakna jika Nabi Yehezkiel menyembah Bait ALLAH? Tidak!

Daniel 6:10 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka KE ARAH YERUSALEM; TIGA KALI SEHARI ia berlutut, BERDOA SERTA MEMUJI ALLAHNYA, seperti yang biasa dilakukannya.
Apakah ayat itu bermakna jika Nabi Daniel menyembah Bait ALLAH? Tidak!

Jelas disitu tertulis bahwa:
1. Beribadah itu dengan Sujud, muka ke tanah, mengapa umat Non Islam/ Kristen tidak pernah sujud?
2. Beribadah itu dengan menhadap ke Kiblat, mengapa umat Non Islam/ Kristen tidak pernah menghadap Kiblat?
3. Disamping sujud maka ada pula berlutut, duduk diantara dua sujud, mengapa umat Non Islam tidak berlutut?
4. Setidaknya dilaksanakan tiga kali sehari, mengapa umat Non Islam tidak setiap hari? Malah hanya satu kali per minggu?
5. Setelah Shalat (Pray=berdoa) lalu dilanjutkan dengan memuji Allah (berdzikir), Umat mana yang melaksanakan ke lima hal ini? Umat Islam!

Setiap umat memiliki kiblatnya masing-masing, setiap umat memiliki arah masing-masing kemana dia menghadap. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Al-Qur’an:

QS.2: 148. Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS.2: 142. Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka dari kiblatnya yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.”
Dalam Alkitab christian pun jelas tertulis bahwa nabi-nabi terdahulu pun memiliki bait Allah masing masing… banyak sekali ayatnya… lebih dari 100 ayat dan termasuk perjanjian baru pada masa Nabi Isa sekalipun…

Dan Yesus pun tidak pernah menghapus Taurat meski satu titik kecil sekalipun, artinya Hukum Taurat & kitab-kitab para Nabi terdahulu masih tetap berlaku:

Matius 5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya SELAMA BELUM LENYAP LANGIT DAN BUMI INI, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Lukas 16:17 LEBIH MUDAH LANGIT & BUMI LENYAP dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.
Lalu mengapa mereka malah menghina Sujud menghadap Bait Allah? Mengapa mereka menghina Shalat & mengatakan nunggang nungging?

Padahal Yesus pun Shalat dengan bersujud muka ke tanah dan Yesus pun berlutut serta merebahkan diri ke tanah persis bagaimana Muslim melaksanakan Shalat dengan Sujud, berlutut, merebahkan diri ke tanah, shalat berjamaah, berdzikir setelah shalat.

Dalam alkitab Kristen pun jelas menulis bahwa:

Nabi Ibrahim bersujud:

Kejadian 17:3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya…..

Nabi Lot bersujud:

Kejadian 19:1 Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,

Nabi Ezra bersujud:

Ezra 10:1 Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, sambil menangis dengan bersujud di depan rumah Allah, berhimpunlah kepadanya jemaah orang Israel yang sangat besar jumlahnya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Orang-orang itu menangis keras-keras.

Nabi Yosua bersujud:

Yosua 5:14 Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: ”Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?

Nabi Daud bersujud:

Mazmur 95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita
Nabi Musa bersujud

Nabi Musa bersujud:
Keluaran 34:8 Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah

Nabi Harun bersujud

Bilangan 20:6 Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka.

Nabi Ibrahim bersujud, Nabi Daniel bersujud, Nabi Musa bersujud, Nabi Harun bersujud, Nabi Daud bersujud, Nabi Sulaiman bersujud, Nabi Yosua bersujud, Nabi Yehezkiel & para Nabi lain pun bersujud, bahkan Yesus pun bersujud!!!

Lalu mengapa orang christian menghina muslim bersujud dengan hinaan nunggang nungging? Mengapa mereka sendiri tidak pernah sujud? Apa mereka tidak ingin mengikuti jalan para Nabi terdahulu & Nabi Isa sendiri dengan bersujud muka ke tanah? Mengapa mereka menginkari sujud yang dicontohkan para Nabi terdahulu?

Terlebih lagi, Nabi-nabi terdahulu selalu mendirikan tugu yang kemudian akan didekatnya akan didirikan Rumah Allah / Bait Allah / Betel / Baitullah.

Kejadian 31:13 Akulah Allah yang di BETEL itu, di mana engkau mengurapi TUGU, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu.”
Kejadian 28:18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil BATU yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu MENJADI TUGU dan menuang minyak ke atasnya.
Kejadian 28:22 Dan BATU YANG KUDIRIKAN SEBAGAI TUGU ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.”
Kejadian 31:45 Kemudian Yakub mengambil SEBUAH BATU DAN DIDIRIKANNYA MENJADI TUGU.
Kejadian 31:51 Selanjutnya kata Laban kepada Yakub: “Inilah TIMBUNAN BATU, DAN INILAH TUGU yang kudirikan antara aku dan engkau–
Kejadian 31:52 TIMBUNAN BATU DAN TUGU inilah menjadi kesaksian, bahwa aku tidak akan melewati timbunan batu ini mendapatkan engkau, dan bahwa engkaupun tidak akan melewati timbunan batu dan tugu ini mendapatkan aku, dengan berniat jahat.
Kejadian 35:14 Kemudian Yakub mendirikan tugu di tempat itu, yakni TUGU BATU; ia mempersembahkan korban curahan dan menuangkan minyak di atasnya.

Matius 23:16 Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.

Jadi, mengapa mereka menghina ibadah Haji & Thawaf Keliling Ka’bah jika itu semua jelas terdapat dalam kitab mereka sendiri & juga dilakukan serta dicontohkan oleh para nabi terdahulu?

Dan menghadap kiblat itu tidak selalunya diharuskan, ada masa masa dimana kita boleh menghadap kemana sahaja

Qs.2 Baqarah:239. Jika kamu dalam keadaan takut, maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah, sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Didalam Islam, menghadap Ka’bah bukanlah merupakan suatu kebaikan, sebagaimana tertulis:

QS.2: 177. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.